Showing posts with label Ceritaku. Show all posts
Showing posts with label Ceritaku. Show all posts
Sunday, January 23, 2011
Mencari Flashdisk Hilang Berbuntut Kamar Rapi dan Bersih
Nah lo, pada bingung ya, apa tu hubungannya? Kalau arsyil mah ada... hubungannya sangat sering sekali terjadi. Bahkan gak cuma flashdisk, bisa dompet, kunci motor, atau yang lain-lain. Ujungnya eh malah bersih kamar. Secara, kalau hari biasanya sangat berantakan kamarku... kayak kapal pecah lagi. Apesnya, rasa semangat untuk merapikan kamar susah datang. Sangat males banget tergerak badan untuk membersikan kamar yang carut marut tersebut. Hingga akhirnya ketika ada sebuah bentak yang cukup urgen hilang dari pandangan mata. Yah misalnya domper atau kunci motor, dan yang barusan tadi terjadi adalah pencarian sebuah flashdisk!
Masalahnya tu flashdisk punya orang bro. Masa ngilangin punya orang, bisa-bisa suruh ganti. Mangkanya kudu cepet ditemukan. Tapi yang jadi urgen adalah karena di flashdisk itu ada urusan yang mau kuselesaikan. Yaitu membantu membuatkan slide power point yang rapi untuk seorang mbak yang mau seminar TA besok selasa. Padahal targetnya minggu pagi ini dah rampung. Eh malah ngilang tu flashdisk.
Ada dua kemungkinan memang yang kuduga tu flashdisk ngumpet. Yang pertama adalah nyelip sembunyi di kamar atau ketinggalan di kos temen. Soalnya kemarin sebelum pulang aku singgah ke kos temen dulu. Jadinya kusms temenku itu (Ali), untuk menanyakan apakah ada flashdisk yang ketinggalan saat aku kesitu kemarin. Eh lama banget lagi dia balesnya.
Sehingga sambil nunggu balesan kulakukan dugaan yang kedua. Yaitu mencari di kamar tidur. Nah, masalahnya kamarku lagi carut marut. Sangat memungkinkan memang sebuah benda kecil flashdisk sembunyi di sudut kamar. Jadinya aku putuskan untuk sekalian membersihkan dan merapikan kamar. Semua buku kurapikan, kasur juga, meja dan rak baju kukeluarkan dari kamar. Intinya isi kamar kurapikan seluruhnya. Eh taunya setelah selesai merapikan tu kamar sampai kinclong karena kusapu berkali-kali, tetep aja belum muncul tu flashdisk.
Sampai ketika balesan sms dari Ali tadi. Sekitar pukul 6 sore. Sms itu berkata "Iya ada". Jiahhh, ternyata di kos Ali. Alhamdulillah ketemu. Siap untuk berkarya!
Eitsss... ternyata aku dapat musibah ketika sudah di kampus. Baterai laptopku ilang! Sebenarnya dari tadi malam batereku kagak ada. Tapi ya kukira masih ada di bem. Aku yakin bahwa kemarin siang baterai laptopku ketinggalan. Eh taunya tadi kucari-cari di bem kagak ada............................. TT
[Minggu, 22 Jan 2010]
Friday, October 15, 2010
Membuat Tempe Resep Sederhana Dengan Tepung Instan Ala Anak Kos
Ini sih bukan sederhana, tapi sangat sangat sederhana banget! Mau tau? Yang jelas bahan utamanya adalah tempe. Nah kalau pilih tempe sebaiknya yang dibungkus daun pisang aja... rasanya lebih enak...terasa tempenya! Kalau mau pilih yang bungkus plastik sih gak apa-apa. Yang penting bisa ngisi perut gitu....
Bumbu yang kedua adalah tepung bumbu instan merek xxx(disensor -gak boleh nyebut merek cuy!). Pokoknya kamu cari aja tuh di minimarket/swalayan atau indomaret/alfamart. Tepung bumbu bungkus kecil yang ada gambar tempe crispy-nya.
Sesampai di kos, tuang bumbu secukupnya ke mangkuk lalu ditambahkan air sedikit demi sedikit. Jangan sampai kebanyakan air loh nanti tepungnya gak bisa melekat ke tempe. Kalau airnya kebanyakan tambahkan aja lagi tepungnya sedikit-demi sedikit.
Aduk campuran tepung instan dan air tadi. Kalu udah celupkan tempe tadi yang sudah diiris menurut selera. Kemudian masukkan ke dalam wajan yang udah ada minyak goreng dan udah panas.
Jadi deh!
Monday, September 20, 2010
Diariku Di Hari Pertama Kuliah Semester 5, 20 September 2010

Hari ini aku pertama masuk kuliah setelah libur panjangku semester 4 kemarin. Wah asyiknya bersama dan bercanda tawa dengan teman kuliah lagi. Pagi hingga siang aku ada kuliah. Sedangkan sorenya kuluangkan waktu untuk menghadiri pertemuan temen-temen di BEM. Duh cerianya aku hari ini sudah berbeda menurutku dari beberapa hari sebelumnya yang kurang semangat sekali.
Cuman satu kesanku di hari ini. Aku kenapa ya merasa seperti dah lamaaaaaaaaaa banget gak ketemu mereka. Terasa libur kemarin lama sekali. Bahkan ketika baru menghirup udara Semarang 2 dan 3 hari lalu aku seperti kembali baru lagi. Jadi kayak istilah seperti bayi yang baru dilahirakan donk. Padahal sama panjang kayak liburan-liburan sebelumnya yaitu minimal satu bulan. Tetapi sekali lagi liburan kemarin terasa beda. Tak tahu kenapa.
Aku merasa liburan kemarin berbagai hal sudah kulakukan. Bahkan aku menyebut liburan kemarin sebagai liburan yang memuaskan. Karena alhamdulillah di Pangkalanbun aku bahagia. Bahkan kusebutkan bahwa bisa jadi 2 tahun ke depan rasanya tidak perlu pulang ke Pangkalanbun.
Sunday, August 8, 2010
Cerita Pendek Gak Jelas Jangan Dibaca
TERANG saja dengan beraninya pria itu melewati sebuah rumah keramik dinding berwarna merah dan pintu dan jendela warna biru di salah satu gang sempit yang ada di Mendawai itu. Sebab sangat yakin bahwa tiada orang yang bakal melihat dan mengenalinya. Berbeda dengan 2 tahun silam, hampir benar-benar tidak berani sebab was-was bisa-bisa melihat seseorang disana.
Sebelumnya dia baru saja singgah di sebuah masjid di dekat situ sholat magrib. Di depannya tertulis Masjid Alkautsar. Baginya, masjid itu merupakan salah satu yang paling berpengaruh bagi dirinya. Kurang tau apakah itu. Namun dari itu membuat berbagai cerita masa lalu terputar kembali di otaknya. Bahkan membuatnya tak sadar bahwa dia sedang melintasi sebuah gang yang paling diingatnya lalu melewati rumah tadi.
Ooo.. dia baru sadar biarpun keberaniannya sudah seratus persen, tapi masih sedikit gelombang degdegan di dadanya. Ntah kenapa, bahkan dia sendiri kepada dirinya. Apa yang sudah kulakukan ini?
Tidakk..bukan, dia menyadari sesungguhnya yang sudah terjadi di masa lalu, apapun, sudah takdir, sudah diatur oleh Allah, yang maha kuasa.
PangkalanBun, 7 Agustus 2010.
Sebelumnya dia baru saja singgah di sebuah masjid di dekat situ sholat magrib. Di depannya tertulis Masjid Alkautsar. Baginya, masjid itu merupakan salah satu yang paling berpengaruh bagi dirinya. Kurang tau apakah itu. Namun dari itu membuat berbagai cerita masa lalu terputar kembali di otaknya. Bahkan membuatnya tak sadar bahwa dia sedang melintasi sebuah gang yang paling diingatnya lalu melewati rumah tadi.
Ooo.. dia baru sadar biarpun keberaniannya sudah seratus persen, tapi masih sedikit gelombang degdegan di dadanya. Ntah kenapa, bahkan dia sendiri kepada dirinya. Apa yang sudah kulakukan ini?
Tidakk..bukan, dia menyadari sesungguhnya yang sudah terjadi di masa lalu, apapun, sudah takdir, sudah diatur oleh Allah, yang maha kuasa.
PangkalanBun, 7 Agustus 2010.
Sunday, June 20, 2010
Dicari dan Dibeli! Charger Acer Second Tapi Murah dan Masih Baik Semarang
Sudah semingguan ini charger laptop q mengalami kerusakan. Dan puncaknya adalah lusa lalu yaitu keluar percikan api dari kotak adaptor charger itu. Bau hangus dimana-mana. Akhirnya sama sekali dah gak bisa digunakan lagi.
Sebenarnya ada teman yang saranin di service. Tapi aku orang yang gak suka barang q di service. Takut tambah parah ei.
Mending beli baru kalau harga kurang lebih.
Sementara ini aku baru berniat survei harga charger acer -cari yang murah.- Soalnya dari teman ada yang bilang 500rb an. Wah gila! mahal banget. Kukira cuma 50-100ribuan. Hehe.
Ya udah lah, bagi kalian yang punya charger acer bekas tapi masih baik, silakan hubungi aku = 085740562043. Atau lewat blog ini. Ingat aku berada di Semarang.
Terima kasih.
Tuesday, December 29, 2009
Tentang Desa Bandengan, Wedung, Demak, Jawa Tengah

Kali ini di blogku aku mau menilik singkat sebuah desa kecil di Demak, Jawa Tengah. Yaitu desa Bandengan, Kelurahan Wedung, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Tulisan ini kubuat bukan tanpa alasan, sebab diriku saat ini detik ini sedang berada disana, yah lagi menulis postingan ini tentunya.
Di desa inilah dulu aku melewati masa bayiku, sebelum akhirnya umur 4,5 tahun aku dibawa ibuku merantau ke Kalimantan Tengah. Desa yang berjarak sekitar 20menit dengan mengendarai motor dari kota Demak ini adalah kampungnya nenek-kakekku (baca: mbah). Sedangkan rumah orangtuaku saat kecil dulu itu adalah di desa Buko.
Oh 14 tahun tahun tlah berlalu sejak saat itu dan aku sekarang ada disana lagi. Mungkin beberapa hal sudah lupa, tapi kalau untuk kondisi fisik desa, seperti rumah, jalan, sungai, dan pasar, aku masih agak ingat. Sebelumnya maaf nih kepada masyarakat sana, kalau boleh menilai, desa Wedung itu tidak ada perubahan yang signifikan alias belum ada kemajuan yang berarti. Bahkan malah ada beberapa yang memprihatinkan, contoh nyatanya adalah kali alias sungai disana. Seingatku dulu kali disitu banyak orang menggunakan untuk mandi, eh sekarang maaf sangat kumuh dan menjijikkan, bukan dipenuhi oleh air tapi malah oleh sampah.
Ohya, ada satu hal yang menurutku aneh, di tempat yang tak bisa kusangkal kalau benar-benar desa ini pun ternyata ada pengamen juga loh. Terus terang di kota tempat tinggalku di Kalimantan, pengamen belum ada, baru gak tabu setelah melihat di Semarang. Kalau kota mah bisa dimaklumi karena mungkin susahnya memperoleh pekerjaan dan tinggi tingkat pengangguran. Sedangkan di Wedung kalau ada pengamen, apakah berarti di wedung yang notabene desa juga sulit dapat pekerjaan? Menurutku pejabat setempat harus memikirkan hal ini.
Mungkin tak banyak yang bisa kuceritakan, karena aku juga baru melihat sekilas. Tapi kulihat ada juga yang sudah berubah, beberapa waktu lalu pasar wedung telah berubah wajah yakni sudah dan sedang direhab. Yah kudoakan semoga ke depan Wedung, tempat kelahiranku ini menjadi maju. (setidaknya ada warnet..hehe).
Ohya, jangan lupa bagi sampean orang Wedung yang gak sengaja baca tulisanku ini untuk main-main ya ke rumah nenekku, di Bandengan RT 05 RW 03, tanya aja rumah mbah Kayaton dan Rokoyah, tepatnya aku anaknya Muhim. Terkenal lho disana. bye.
by ARSYIL
Sunday, November 29, 2009
Pasar Rakyat Grebek Besar Demak 2009
Ini yang kedua kalinya aku ikut berselancar ria di Pasar Rakyat Grebek Besar Demak. Sebelumnya adalah tahun 2008 lalu. Pasar Rakyat Grebek Besar kali ini kurang lebih sama dengan kali sebelumnya. Cuma yang membedakan adalah aku kali ini “Besaran” bersama-sama dengan satu keluarga dari Pakde (baca: paman) aku, yaitu dengan istri, tiga anak, dan satu menantu beliau juga dengan sepasang suami istri tetangga beliau beserta satu anaknya. Wah wah dah kayak satu RT aja nich.
Yup, “Besaran”. Orang Demak biasa bilang seperti itu untuk kegiatan mengunjungi Pasar Rakyat Gerebek Besar itu. Sebutan yang aneh memang. Tapi dah gak masalah buat yang biasa dengar istilah itu. Sebenarnya waktu kecil dulu ibuku pernah ngomong mengenai satu istilah itu. Waktu itu di pikiranku Besaran ya adalah Idul Adha, dan diiringi kebiasaan untuk berbelanja di pasar.
Aku akhirnya baru tau arti sebenarnya setelah sekarang di Demak. Pasar Rakyat Grebek Besar adalah sebuah Pasar yang hanya dilaksanakan waktu bulan idul adha. Dengar-dengar sih buka sampai 24 jam. Semua masyarakat Demak dan bisa jadi luar Demak pun berbondong-bondong ke sana. Apalagi di malam idhul adha, hampir semua orang tumpah ruah di pasar tersebut. Kayak lautan manusia waktu perayaan tahun baru.
Tadi malam yang merupakan malam lebaran idhul adha, benar-benar banyak banget. Yang aku tahu ada dua titik yang menjadi pusat “Besaran” orang-orang, yaitu pasar rakyatnya sendiri dan alun-alun kota Demak.
Pertama aku dan rombongan (baca: keluarga pakdeku) berkunjung ke Pasar Rakyat. Tau gak, titik yang paling pertama mereka datangi? Yaitu tontonan dangdut. Walah.. oh my God! Cz i am not like dangdut. Jadinya, diriku menunggu di luar aja, untungnya pamanku gak ikut nonton alias temani aku di luar. Lama banget kami menunggu di luar.
Waktu itu, aku lagi gak bawa hp, jadinya sambil menunggu itu tak ada apapun yang kulakukan. Ada sih, yaitu mempelajari kondisi lingkungan sekitar. Baru kali ini aku merasa beda dari orang-orang lainnya di sekitarku. Di saat semua orang di situ bersenang-senang, joget-joget, bermesraan dengan pacarnya, dan lain sebagainya. Aku malah pikiranku di saat itu menganalisis mereka, mempelajari, dan merenungi kondisi dan keadaan sekitarku. Duh bahasaku muter-muter ya.
Begini, intinya aku merasa bersyukur dengan diriku saat ini. Aku bersyukur tidak seperti mereka-mereka yang joget-joget, merokok, hura-hura deh, menurutku kurang bermanfaat gitu yang dilakukannya. Gak ada rasa malu sedikitpun.
Waktu itu aku hanya berdiri diam sambil melihat di sekitarku. Yah itu para remaja joget-joget, dan juga ada yang merokok bareng-bareng dengan teman-temannya. Bahkan aku juga liat anak kecil sekitar baru 6 tahun lah dah joget2 dan merokok. Huft ngeri pokoknya aku melihat. Belum lagi orang yang berpacaran, mungkin hampir semuanya. Bahkan aku juga kayaknya ada liat yang berpacaran dengan sesama cowok (baca: bencong). Hiiiii. Huweekk! Wakaka.
Apa karena satu tahun ini aku anak wisma yach n gak lagi mengenal cewek, aku jadi seorang pemikir intelek gini. (ow ow) Selama ini kerjaanku adalah kuliah dan organisasi. Oh atau karena aku dah gede. Hehe. Beneran loh, di kaca kulihat badanku dah semakin gede. Yuk deh syil.
Lanjut ah, sampai dimana tadi? Sampai mereka nonton dangdut yach. Iya lama banget aku dan Pakdeku nunggu, sekitar satu jam. Setelah mereka keluar, kami pun melanjutkan berselancar ria di pasar itu.
Memang gak seru kalau jalan bareng para orang tua. Gak bebas. Padahal aku di pasar itu mau nyempatin beli kaos kaki dan celana dalam. Tapi di akhir perjalanan gak ada barang apapun yang ku beli. Huft, kecewa nich. Yah gpp lah besok-besok aja kalau ke pasar Demak. Di Demak, barang-barang murah-murah banget.
Satu lagi hal yang bikin greget aku (kritis nih aku ceritanya), yaitu lalu lintas yang sangat tidak teratur dan kacau sekali ditambah lagi para pengendara motor yang mayoritas anak muda yang naik motor ugal-ugalan. Kulihat emang pengatur lalu lintasnya dikit bannget.
Yup, “Besaran”. Orang Demak biasa bilang seperti itu untuk kegiatan mengunjungi Pasar Rakyat Gerebek Besar itu. Sebutan yang aneh memang. Tapi dah gak masalah buat yang biasa dengar istilah itu. Sebenarnya waktu kecil dulu ibuku pernah ngomong mengenai satu istilah itu. Waktu itu di pikiranku Besaran ya adalah Idul Adha, dan diiringi kebiasaan untuk berbelanja di pasar.
Aku akhirnya baru tau arti sebenarnya setelah sekarang di Demak. Pasar Rakyat Grebek Besar adalah sebuah Pasar yang hanya dilaksanakan waktu bulan idul adha. Dengar-dengar sih buka sampai 24 jam. Semua masyarakat Demak dan bisa jadi luar Demak pun berbondong-bondong ke sana. Apalagi di malam idhul adha, hampir semua orang tumpah ruah di pasar tersebut. Kayak lautan manusia waktu perayaan tahun baru.
Tadi malam yang merupakan malam lebaran idhul adha, benar-benar banyak banget. Yang aku tahu ada dua titik yang menjadi pusat “Besaran” orang-orang, yaitu pasar rakyatnya sendiri dan alun-alun kota Demak.
Pertama aku dan rombongan (baca: keluarga pakdeku) berkunjung ke Pasar Rakyat. Tau gak, titik yang paling pertama mereka datangi? Yaitu tontonan dangdut. Walah.. oh my God! Cz i am not like dangdut. Jadinya, diriku menunggu di luar aja, untungnya pamanku gak ikut nonton alias temani aku di luar. Lama banget kami menunggu di luar.
Waktu itu, aku lagi gak bawa hp, jadinya sambil menunggu itu tak ada apapun yang kulakukan. Ada sih, yaitu mempelajari kondisi lingkungan sekitar. Baru kali ini aku merasa beda dari orang-orang lainnya di sekitarku. Di saat semua orang di situ bersenang-senang, joget-joget, bermesraan dengan pacarnya, dan lain sebagainya. Aku malah pikiranku di saat itu menganalisis mereka, mempelajari, dan merenungi kondisi dan keadaan sekitarku. Duh bahasaku muter-muter ya.
Begini, intinya aku merasa bersyukur dengan diriku saat ini. Aku bersyukur tidak seperti mereka-mereka yang joget-joget, merokok, hura-hura deh, menurutku kurang bermanfaat gitu yang dilakukannya. Gak ada rasa malu sedikitpun.
Waktu itu aku hanya berdiri diam sambil melihat di sekitarku. Yah itu para remaja joget-joget, dan juga ada yang merokok bareng-bareng dengan teman-temannya. Bahkan aku juga liat anak kecil sekitar baru 6 tahun lah dah joget2 dan merokok. Huft ngeri pokoknya aku melihat. Belum lagi orang yang berpacaran, mungkin hampir semuanya. Bahkan aku juga kayaknya ada liat yang berpacaran dengan sesama cowok (baca: bencong). Hiiiii. Huweekk! Wakaka.
Apa karena satu tahun ini aku anak wisma yach n gak lagi mengenal cewek, aku jadi seorang pemikir intelek gini. (ow ow) Selama ini kerjaanku adalah kuliah dan organisasi. Oh atau karena aku dah gede. Hehe. Beneran loh, di kaca kulihat badanku dah semakin gede. Yuk deh syil.
Lanjut ah, sampai dimana tadi? Sampai mereka nonton dangdut yach. Iya lama banget aku dan Pakdeku nunggu, sekitar satu jam. Setelah mereka keluar, kami pun melanjutkan berselancar ria di pasar itu.
Memang gak seru kalau jalan bareng para orang tua. Gak bebas. Padahal aku di pasar itu mau nyempatin beli kaos kaki dan celana dalam. Tapi di akhir perjalanan gak ada barang apapun yang ku beli. Huft, kecewa nich. Yah gpp lah besok-besok aja kalau ke pasar Demak. Di Demak, barang-barang murah-murah banget.
Satu lagi hal yang bikin greget aku (kritis nih aku ceritanya), yaitu lalu lintas yang sangat tidak teratur dan kacau sekali ditambah lagi para pengendara motor yang mayoritas anak muda yang naik motor ugal-ugalan. Kulihat emang pengatur lalu lintasnya dikit bannget.
Wednesday, October 21, 2009
Tips dan Trik Membeli Mie Instan di Alfamart, Indomaret, atau S`mesco
Tadi malam (21/10/09) aku diajak temanku, Ali, ke S`mesco. Dia akan mau membeli mie instan. Maklum kanker stadium 4 (kanker= kantong kering). Yang seru disitu, gara-gara kuberitahui sebuah trik jitu yang kupunya, dia malah jadinya lama banget memilah-milih mie instan. Sampai-sampai adzan sholat isya terlewat dan kami jadinya ketinggalan jamaah.
Triknya adalah menghitung jumlah harga semua barang yang kita beli sedemikian hingga jumlahnya itu dalam ribuan. Trik ini berguna untuk mengoptimalkan budget kita yang keluar ketika membeli barang di toko swalayan kecil tapi omset setiap harinya miliaran rupiah itu. Yah biasalah aku kan anak kos.
Jadi misalnya saja tadi malam itu. Aku awalnya membeli sabun, waktu itu sabun Active Rp1700, sabun Sinzui Rp3000, sehingga jumlahnya Rp3000+Rp1700= Rp4700. Kemudian aku mengupayakan membeli barang lain yang bisa menutupi Rp300 agar menjadi pas ribuan. Akupun membeli mie instan, Supermie Gobang Rp1200 dan Sarimie Rp1100. Jadi jumlahnya pas deh Rp4700+Rp1200+Rp1100= Rp7000. Duh ketahuan pelitnya nih. He..he.
Nah kalau si Ali, awalnya membeli dua buah mie Sedaap Rp1275. Berari jumlahnya Rp1275x2= Rp2550. Coba pikir seharusnya kalau dibayar Rp3000, kembalinya adalah Rp450, emang ada uang pecahan ini? Kemudian kusarankan ke ali agar menggenapkannya 5ribu, sesuai dengan trikku itu. Lama banget dia pikir-pikir. Pertama dia mau beli mie sedaap 4 buah, waduh Rp1275x4= Rp5100, sebaiknya ganti mie lainnya. Akhirnya dia membeli 2 buah mie Sedaap dan 2 buah Supermie gobang, Rp1275x2+Rp1200x2= Rp4975.
Kata si Ali, “wah ini statistik ya syil..?!”. “Bukan statistik li, tapi pelit.. he..heh”, jawabku.
Aku berikir misalnya saja para pengunjung swalayan itu masih membeli barang dengan jumlah harga yang menyisakan Rp75 (gak mungkin kan ada kembalinya). Dan setiap harinya ada 1juta orang saja yang membeli di Alfamart. Jadi lebih dari Rp75juta perhari atau Rp3M perbulan pemasukan tak terduga ke perusahaan milik perancis itu. Tentunya lebih. Soalnya sangat jarang pembeli membeli dengan jumlah haga genap ribuan, kecali orang kayak aku aja. Istilah dari ibuku tuh aku orang yang “perhitungan”. ^^
Triknya adalah menghitung jumlah harga semua barang yang kita beli sedemikian hingga jumlahnya itu dalam ribuan. Trik ini berguna untuk mengoptimalkan budget kita yang keluar ketika membeli barang di toko swalayan kecil tapi omset setiap harinya miliaran rupiah itu. Yah biasalah aku kan anak kos.
Jadi misalnya saja tadi malam itu. Aku awalnya membeli sabun, waktu itu sabun Active Rp1700, sabun Sinzui Rp3000, sehingga jumlahnya Rp3000+Rp1700= Rp4700. Kemudian aku mengupayakan membeli barang lain yang bisa menutupi Rp300 agar menjadi pas ribuan. Akupun membeli mie instan, Supermie Gobang Rp1200 dan Sarimie Rp1100. Jadi jumlahnya pas deh Rp4700+Rp1200+Rp1100= Rp7000. Duh ketahuan pelitnya nih. He..he.
Nah kalau si Ali, awalnya membeli dua buah mie Sedaap Rp1275. Berari jumlahnya Rp1275x2= Rp2550. Coba pikir seharusnya kalau dibayar Rp3000, kembalinya adalah Rp450, emang ada uang pecahan ini? Kemudian kusarankan ke ali agar menggenapkannya 5ribu, sesuai dengan trikku itu. Lama banget dia pikir-pikir. Pertama dia mau beli mie sedaap 4 buah, waduh Rp1275x4= Rp5100, sebaiknya ganti mie lainnya. Akhirnya dia membeli 2 buah mie Sedaap dan 2 buah Supermie gobang, Rp1275x2+Rp1200x2= Rp4975.
Kata si Ali, “wah ini statistik ya syil..?!”. “Bukan statistik li, tapi pelit.. he..heh”, jawabku.
Aku berikir misalnya saja para pengunjung swalayan itu masih membeli barang dengan jumlah harga yang menyisakan Rp75 (gak mungkin kan ada kembalinya). Dan setiap harinya ada 1juta orang saja yang membeli di Alfamart. Jadi lebih dari Rp75juta perhari atau Rp3M perbulan pemasukan tak terduga ke perusahaan milik perancis itu. Tentunya lebih. Soalnya sangat jarang pembeli membeli dengan jumlah haga genap ribuan, kecali orang kayak aku aja. Istilah dari ibuku tuh aku orang yang “perhitungan”. ^^
Saturday, October 10, 2009
Pilih Nge Laundri atau Nyuci Sendiri? - Catatan Anak Kos

Kalau aku ngelaundrikan pakaianku. Dulu waktu awal-awal kuliah aku mencuci sendiri. Tapi kemudian aku gak tahan nyuci sendiri. Soalnya kalau aku nyuci bisa satu atau dua jam, menurutku sangat rugi waktu sekali. Jadi akupun berpikir ulang untuk mengatasi problem itu.
Di sebuah tempat laundri ternyata membolehkan untuk mencuci sendiri. Aku menyebutnya rental mesin cuci, perjamnya Rp4000. Dari satu rental mesin cuci aku pindah ke rental mesin cuci lain. Eh beberapa minggu kemudian mesin cucinya pada rusak.
Beberapa hari kemudian kubaca tulisan di depan ruko itu, “cuci kering+setrika Rp3000/kg, cuci kering Rp1500/kg, cuci basah Rp6500/5kg”. Akupun jadi berpikir untuk ngelaundri. Sebab kuhitung-hitung sebelumnya kalau aku merental mesin cuci, butuh waktu 1,5jam untuk menyelesaikan semua cucianku jadi mengeluarkan duit Rp6000/nyuci. Belum lagi sabun cuci yang kugunakan. Wah pikirku mending ngelaundri kering aja. Mungkin pakaianku sekitar 5-8 kg. Jadi uang yang kukeluarkan beda dikit aja.
Hingga sekarang aku melaundri pakaianku cuci kering. Karena minimal untuk cuci kering adalah 5kg maka aku kalau melaundri tunggu pakaian kotrku numpuk dulu. Biasanya sih aku melaundri seminggu sekali.
Karena aku memilih cuci kering karena harganya aja setengah dari cuci plus seterika. Mengirit uang kiriman gitu. Lagipula kalau mau seterika di kosan kan bisa. Apa gunanya aku bawa seterika jauh-jauh dari Kalimantan. Tapi selama ini aku jarang nyeterika bajuku loh.. (Duh ketauan deh aibku).
Dari laundri ada satu hal penting yang kupetik. Ternyata beda hasil cucian pria dan wanita. Meskipun gak diseterika hasil laundrian di tempat laundri rapi banget, harum lagi. Pokoknya mendamaikan hati banget. Kalau nyuci sendiri mah masih kusut dan apek lagi. /He..he.. (Apa cara nyuciku yang salah yak.? Gimana toh cara nyuci yang bener dan hasil bagus?). Tapi aku mah gak terlalu ngeribetin itu, cowok mah ujung-ujungnya yang nyuciin baju sang isteri. (Iye kalau si isteri mau nyuci baju lu, kalau gak gimana syil? harus donk… gakgakgak… peace..!)
Thursday, August 6, 2009
Oh Penyesalan - My Diary on 6 Agustus 2009
Penyesalan emang sering terjadi dalam kehidupan. Penyesalan adalah disaat ketika kita merasa bahwa ada sesuatu yang seharusnya bisa kita lakukan di waktu yang lalu tetapi kita tidak melakukannya. Terkadang sesal tiadalah berguna. Tetapi pagi tadi aku rasakan sekali hal itu. Diriku kacau mengapa saat ada uatu kesempatan tidak kucoba untuk melakukannya.
Berawal dari sebuah sms yang masuk pada kemarin malam tapi baru kubaca pagi tadi teat ketika bangun tidur. Yang isinya adalah bahwa dia mau pamit berangkat ke Jawa besok pagi dan minta doa. Yang au coba berpikir adalah kenap dia memberitahunya malam tadi bukan pagi ini saja. Aku berfirasat bahwa sepertinya jadwal kapal adalah pada pagi benar. Segera kubalas sms itu. Kutanya jam berapa dia ke pelabuhannya.
Kutunggu-tunggu belum juga dibalas. Sambil menunggu au membaca smsnya sekali lagi. Mataku tertuju pada dua kata di baris kedua dari akhir pesan sms itu, yaitu “sampai jumpa..”. Waggg, sedih sekaligus terharu menyelimuti hatiku. Mungkin gak ya aku dan ia ketemu lagi. Pun timbulah sebuah kalimat sesal. Kenapa gak kemarin-kemarin ini saat aku di Pangkalan Bun mencoba ketemu dia. Bodoh, bdoh, bodoh sekali diriku..
Jam setengah 7 pagi kucoba telepon dia. Eh taunya dia reject, nada sibuk. Wah jangan-jangan benar nih firasatku tadi bahwa kapal berangkatnya pagi sekali. Untungnya aku punya nomor telepon KAHA Travel and Tour. Merupakan penyedia tiket kapal. Kutelepon dan alhamdulillah diangkat. Langsung kutanyakan mengenai kapal yang berangkat hari ini. Kapal hari ini dalah kapal Dharma ternyata berangkat jam 7 pagi. Beh, sekarang?? Wah ternyata tepat firasatku. Tambah menjadi rasa sesalku. Payah!!!
Aku hanya bisa mengsms dia. Mencoba mengetahui keadaannya sekarang. Pengen rasanya aku ke pelabuhan sekarang cuma sekedar ketemu dia sekejap saja. Tapi sepertinya gak sempat sekali. Pikiranku kacau. Tapi sedikit terobati ketika hapeku kemasukan sebuah sms, balesan dari dia.
Dengan jujur waktu itu juga lewat sms kuutarakan penyesalanku gak sempat ketemu dia. Aku telah menyia-nyiakan kesempatan yang ada saat aku di Pangkalan Bun. Sebuah keempatan yang sangat jarang terjadi dan mungkin tak kutahu kapan lagi terjadi.
Berawal dari sebuah sms yang masuk pada kemarin malam tapi baru kubaca pagi tadi teat ketika bangun tidur. Yang isinya adalah bahwa dia mau pamit berangkat ke Jawa besok pagi dan minta doa. Yang au coba berpikir adalah kenap dia memberitahunya malam tadi bukan pagi ini saja. Aku berfirasat bahwa sepertinya jadwal kapal adalah pada pagi benar. Segera kubalas sms itu. Kutanya jam berapa dia ke pelabuhannya.
Kutunggu-tunggu belum juga dibalas. Sambil menunggu au membaca smsnya sekali lagi. Mataku tertuju pada dua kata di baris kedua dari akhir pesan sms itu, yaitu “sampai jumpa..”. Waggg, sedih sekaligus terharu menyelimuti hatiku. Mungkin gak ya aku dan ia ketemu lagi. Pun timbulah sebuah kalimat sesal. Kenapa gak kemarin-kemarin ini saat aku di Pangkalan Bun mencoba ketemu dia. Bodoh, bdoh, bodoh sekali diriku..
Jam setengah 7 pagi kucoba telepon dia. Eh taunya dia reject, nada sibuk. Wah jangan-jangan benar nih firasatku tadi bahwa kapal berangkatnya pagi sekali. Untungnya aku punya nomor telepon KAHA Travel and Tour. Merupakan penyedia tiket kapal. Kutelepon dan alhamdulillah diangkat. Langsung kutanyakan mengenai kapal yang berangkat hari ini. Kapal hari ini dalah kapal Dharma ternyata berangkat jam 7 pagi. Beh, sekarang?? Wah ternyata tepat firasatku. Tambah menjadi rasa sesalku. Payah!!!
Aku hanya bisa mengsms dia. Mencoba mengetahui keadaannya sekarang. Pengen rasanya aku ke pelabuhan sekarang cuma sekedar ketemu dia sekejap saja. Tapi sepertinya gak sempat sekali. Pikiranku kacau. Tapi sedikit terobati ketika hapeku kemasukan sebuah sms, balesan dari dia.
Dengan jujur waktu itu juga lewat sms kuutarakan penyesalanku gak sempat ketemu dia. Aku telah menyia-nyiakan kesempatan yang ada saat aku di Pangkalan Bun. Sebuah keempatan yang sangat jarang terjadi dan mungkin tak kutahu kapan lagi terjadi.
Sunday, July 26, 2009
Dari Semarang Ke Pangkalan Bun Naik Kapal
Kulihat jadwal kapal PELNI dari situs resminya yang ke Pangkalan Bun hari ini (22/07/09) adalah kapal KM Binaiya pada pukul 12.00 dan sampai di Pelabuhan Kumai besoknya pukul 09.00. Mudah-mudahan aja jadwal ini benar alias memang benar-benar ada kapal yang ke Kumai hari ini. Sehinga pada pagi aku menecek langung di kantor PELNI sekaligus membeli tiket.
Di Semarang, kantor PT PELNI terletak di dekat stasiun Tawang. Sayangnya sampai disana aku langsung dicegat beberpa orang laki-laki di depan pintu masuk kantor PELNI tersebut. Awalnya mereka memberitahukan mengenai jadwal kapal hari ini. Dan memang hari ini ada kapal ke Pelabuhan Kumai, bahkan ada dua kapal yang ke sana yaitu kapal Binaiya dan kapal Dharma.
Tak kusangka ternyata mereka semua merupakan calo. Lumayan memaksa cara yang mereka lakukan sehingga terpaksa aku membeli tiket kapal ke mereka. Harga normalnya adalah Rp155.000, tetapi bapak itu juga meminta uang rokok sebesar 5ribu. Mending, awalnya malah ada salah satu dari mereka yang minta harganya sebesar 180ribu, alasannya “untuk uang jasa”. Wah pemerasan nih, dalam hatiku. Tetapi aku menolak dan mengancam tidak mau membelinya dan akhirnya sesuai harga normal + uang rokok 5ribu.
Di tiket tersebut ternyata tertulis kapal berangkat pukul 13.00. Dari pengalamanku sering sekali kapal berangkat tidak sesuai dengan jadwal di tiket bahkan beberapa jam. Jadi aku tiba di pelabuhan siang harinya tepat sekitar jam 1 siang pula. Sesampai disana aku tanya petugas dan ternyata kapal berangkat pukul 15.00. Selesai aku sholat dhuhur jama ashar rupanya para penumpah sudah pada naik.
Wah ternyata hari ini penumpangnya banyak sekali. Sehingga karena aku agak telat naik, kabin-kabin telah penuh ditempati. Sehingga akhirnya aku terpaksa ke dek paling bawah yaitu dek 2. Yah masih mending daripada tidur di lantai seperti kebanyakan penumpang yang tidak mendapat tempat. Tetapi alhamdulillah saat melihat ke atas yaitu di dek 4 aku ketemu dengan anak-anak Pangkalan Bun, juga alumni SMA N 1 Pangakaln Bun. Karena disitu masih ada satu tempat kosong akupun diajak gabung.
Bersamaan dengan kapal mulai berangkat aku malah terlelap tidur. Dan gak terasa malam sudah tiba. Di kapal sholat dilakukan dengan di jama’ sehingga sholat magrib di jama’ dengan isya. Alhamdulillah kali ini aku tidaklah mabuk (minum antimo gitu). Meskipun begitu kebanykan aku juga tetap tidur-tiduran. Bahkan setelah bangun tidur lalu sholat subuh tidur lagi.
Kata orang hal yang paling malas dilakukan saat di atas kapal adalah mandi. Terang saja, WC nya saja masyaallah baunya. Belum lagi kondisi bilik wc/mandi yang kurang bener kunci pintunya. Wah males banget, kencing aja pikir-pikir apalagi mandi. Tetapi pagi itu diriku mandi loh. Eiittss tetapi bukan mandi di WC – WC bau itu. Aku mandi di kamar mandi di area ABK di dek 2. Yah menyelinap gitu deh. Hoho.
Perjalanan pagi tidak terasa karena pukul 10.00 pulau Kalimantan sudah terlihat di depan. Alhamdulillah dah mau sampai nih. Dan pada pukul 12.00 kapal sudah bersandar di dermaga pelabuhan Kumai.
Jarak Kumai dan Pangkalan bun adalah kurang dari setengah jam perjalanan. Pukul 13.30 aku baru dijemput dan langsung menuju rumah di Pangkalan Bun. Pangkalan Bun, I am come back. How are u today?
Di Semarang, kantor PT PELNI terletak di dekat stasiun Tawang. Sayangnya sampai disana aku langsung dicegat beberpa orang laki-laki di depan pintu masuk kantor PELNI tersebut. Awalnya mereka memberitahukan mengenai jadwal kapal hari ini. Dan memang hari ini ada kapal ke Pelabuhan Kumai, bahkan ada dua kapal yang ke sana yaitu kapal Binaiya dan kapal Dharma.
Tak kusangka ternyata mereka semua merupakan calo. Lumayan memaksa cara yang mereka lakukan sehingga terpaksa aku membeli tiket kapal ke mereka. Harga normalnya adalah Rp155.000, tetapi bapak itu juga meminta uang rokok sebesar 5ribu. Mending, awalnya malah ada salah satu dari mereka yang minta harganya sebesar 180ribu, alasannya “untuk uang jasa”. Wah pemerasan nih, dalam hatiku. Tetapi aku menolak dan mengancam tidak mau membelinya dan akhirnya sesuai harga normal + uang rokok 5ribu.
Di tiket tersebut ternyata tertulis kapal berangkat pukul 13.00. Dari pengalamanku sering sekali kapal berangkat tidak sesuai dengan jadwal di tiket bahkan beberapa jam. Jadi aku tiba di pelabuhan siang harinya tepat sekitar jam 1 siang pula. Sesampai disana aku tanya petugas dan ternyata kapal berangkat pukul 15.00. Selesai aku sholat dhuhur jama ashar rupanya para penumpah sudah pada naik.
Wah ternyata hari ini penumpangnya banyak sekali. Sehingga karena aku agak telat naik, kabin-kabin telah penuh ditempati. Sehingga akhirnya aku terpaksa ke dek paling bawah yaitu dek 2. Yah masih mending daripada tidur di lantai seperti kebanyakan penumpang yang tidak mendapat tempat. Tetapi alhamdulillah saat melihat ke atas yaitu di dek 4 aku ketemu dengan anak-anak Pangkalan Bun, juga alumni SMA N 1 Pangakaln Bun. Karena disitu masih ada satu tempat kosong akupun diajak gabung.
Bersamaan dengan kapal mulai berangkat aku malah terlelap tidur. Dan gak terasa malam sudah tiba. Di kapal sholat dilakukan dengan di jama’ sehingga sholat magrib di jama’ dengan isya. Alhamdulillah kali ini aku tidaklah mabuk (minum antimo gitu). Meskipun begitu kebanykan aku juga tetap tidur-tiduran. Bahkan setelah bangun tidur lalu sholat subuh tidur lagi.
Kata orang hal yang paling malas dilakukan saat di atas kapal adalah mandi. Terang saja, WC nya saja masyaallah baunya. Belum lagi kondisi bilik wc/mandi yang kurang bener kunci pintunya. Wah males banget, kencing aja pikir-pikir apalagi mandi. Tetapi pagi itu diriku mandi loh. Eiittss tetapi bukan mandi di WC – WC bau itu. Aku mandi di kamar mandi di area ABK di dek 2. Yah menyelinap gitu deh. Hoho.
Perjalanan pagi tidak terasa karena pukul 10.00 pulau Kalimantan sudah terlihat di depan. Alhamdulillah dah mau sampai nih. Dan pada pukul 12.00 kapal sudah bersandar di dermaga pelabuhan Kumai.
Jarak Kumai dan Pangkalan bun adalah kurang dari setengah jam perjalanan. Pukul 13.30 aku baru dijemput dan langsung menuju rumah di Pangkalan Bun. Pangkalan Bun, I am come back. How are u today?
Friday, July 10, 2009
Pengalaman Menjadi Relawan Pemantau (Quick Count) Pilpres 2009
.jpg)
Pemilu Presiden kali ini membawa rejeki bagi diriku. Aku menjadi relawan pemantau kegiatan pilpres. Yaitu sebagai orang yang melaporkan hasil perhitungan suara guna masuk data perhitungan quick count. Sebenarnya bagiku tanpa dibayarpun aku bersedia. Sebab memang niat utama aku adalah memang mencari ilmu dan pengalaman dari pekerjaan tersebut.
Tugas utama aku adalah yang disebut Quick Count dan Exit Poll. Tugasku dalam quick count yaitu melaporkan hasil perhitungan suara dari TPS yang dipilih secara acak dari suatu daerah/desa. Sedangkan tugas dalam Exit Poll adalah melakukan wawancara terhadap 4 orang responden yang dipilih secara acak by waktu yang mana telah menggunakan hak pilihnya di TPS tersebut. Hasilnya tersebut dilaporkan kepada server pusat melalui pesan singkat (sms).
Adalah LRI, kependekan dari Lembaga Riset Informasi, sebuah lembaga survei yang menaungiku ini. Untuk daerah Jawa tengah sepertinya diserahkan pada mahasiswa-mahasiswa UNDIP. Sedangkan aku sendiri, yaitu memilih Dapil 2 Jateng, koordinatornya adalah Divo merupakan mahasiswa Statistika UNDIP angkatan 2005. Kemudian aku dipilihkan untuk menangani di desa Bandungrejo yaitu di Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.
Honor awal yang kuterima adalah berupa uang transportasi dan akomodasi sebesar (100+50)rb. Sebenarnya jarak antara tempat kosku yaitu daerah tembalang dengan daerah tempatku ditugaskan tidaklah jauh. Ternyata dengan menggunakan motor hanya sekitar 20menit. Jadinya aku tidak perlu menginap di daerah tersebut. Cukup dengan ngelaju Tembalang-Demak. ^_^
Selasa siang (07/07/2009) alias H-1 aku kroscek ke lokasi. Ketika itu aku dibantu seorang temanku, dia tinggal di daerah sana. Tiba di desa Bandungrejo tersebut langsung menuju ke kantor kelurahannya. Diluar dugaan disana aku disambut baik sekali. Bu lurah dan Bu carik (sekretaris desa) nya legowo sekali. Awal yang baik. Sehingga data TPS yang kuminta berhasil kudapat beserta tanda tangan dari bu lurahnya.
Melalui suatu metode acak, dari 14 di desa tersebut TPS 05 yang terpilih menjadi sampel. Langsung malam itu juga aku menuju ke lokasi TPS tersebut. Sampai disana aku bertemu dengan ketua KPPS. Alhamdulillah juga disambut ramah. Berhasil atas lobian tersebut aku balik ke Tembalang. Dan bersiap diri untuk hari esok.
Pagi Rabu itu (08/07/2009) meskipun masih dalam keadaan kurang enak badan aku tetap melaksanakan tugas/tanggung jawab tersebut. Jam 7 benar aku tiba di lokasi. Ternyata masih sepi dan baru dimulai pukul 8.
Disana kebanyakan mempertanyakan tujuan keberadaanku disitu. Dari muka yang kulihat dari meraka kutangkap bahwa ternyata mereka masih tabu yang namanya lembaga survei khususnya mengenai quick count ini. Namun itu tidaklah menjadi kendala bagiku. Sehingga membuat pekerjaan yang kulakukan nantinya benar-benar natural (?).
Disana aku diramah tamah baik sekali oleh bapak-bapak para petugas TPS tersebut. Diajak ngobrol dan disuguhi makanan juga. Saat makan siang pun aku diajak makan bareng. Dibantu sekali lah. Sehingga dikemudian pekerjaan yang kulakukan berjalan lancar.
HASIL PERHITUNGAN CEPAT QUICK COUNT BISA DILIHAT DISINI
Sakit Perut, Muntah-Muntah, Minum Jamu, Minum Obat, Kerokan, Minum Sagu, Sembuh
Tiga hari sejak senin lalu (06/07/2009) badanku gak enak banget alias sedang sakit. Awalnya yaitu pada senin saat sedang belajar kala subuh perut terasa mual dan agak nyeri. Belum berhenti juga rasa sakit tersebut hingga pagi harinya. Padahal hari ini jam 10 aku ada ujian. Seperti biasa kalau pengin nyari suatu informasi aku tak lupa browsing di google. Dan ada tulisan yang menyebutkan bahwa sakit perut disembuhkan cukup dengan meminum air sagu.
Awalnya aku ragu dan mencoba mencari mencari alternatif lain yaitu informasi obat yang sekiranya bisa menyembuhkannya. Tetapi malah banyak menemui tulisan yang menyebutkan sembuh dengan cara tradisional tersebut. Bahkan ada tulisan mengenai pengalaman seseorang yang terkena penyakit sakit perut aneh yaitu pada saat buang angin juga sambil keluar kotoran. Hingga berobat ke Belanda hasilnya nihil. Tetapi setelah meminum air sagu tersebut sembuh.

Sangat simpel sekali obat tradisional dengan meminum air sagu tersebut. Yaitu cukup dengan mencampurkan 3 sendok tepung sagu/kanji yang banyak di jual di warung ke dalam air biasa (tidak hangat/dingin). Kemudian langsung diminum.
Karena banyak fakta yang menunjukkan keberhasilan cara tradisional tersebut akupun mencobanya. Langsung menuju ke warung untuk membeli secukupnya tepung sagu/kanji. Eh ternyata warung tersebut gak jual. Padahal rasa sakit perut ini sudah semakin menjadi. Kemudian aku balik ke kos tanpa mendapatkan tepung sagu tersebut.
Di jalan aku tak sengaja lihat penjual jamu gendong. Mungkin dengan minum jamu perutku menjadi mendingan. Dan alhamdulillah setelah minum rasa sakit di perut mendingan. Sehingga pada saat ujian di kampus aku dapat agak tenang tanpa gangguan rasa sakit di perut yang kukhawatirkan.
Tetapi tepat setelah selesai ujian tiba-tiba rasa sakit di perutku muncul lagi semakin menjadi sakitnya. Kucoba untuk makan mungkin saja perut ini sakit karena minta makan (?). Eh malah setelah makan semakin sakit sehingga aku cepat-cepat balik ke kos mungkin dengan istirahat akan buat perut mendingan. Rupanya sesampai di kos muntah-muntah. Makanan yang tadi barusan masuk keluar semua. Hufff..
Duh bingung bagaimana nih. Untungnya dua hari esok gak ada kuliah. Tetapi aku tetap mencoba keras mencari obatnya. Dan ada temanku juga yang mau bantu mencarikan sagu di warung-warung lain. Tetapi pun juga nihil gak ada yang jual. Di daerah mahasiswa seperti tembalang ini jelas susah mencari barang yang seperti itu.
Kemudian kucoba browsing lagi. Kuambil hapeku dan kubaca-bca informasi mengenai obatnya. Alhasil ada yang menuliskan nama obat yang sekiranya bisa juga menyembuhkan sakit perut yang sedang kualami ini. Yaitu PRIMPERAN dan AMOXSAN. Dengan langsung percaya aku meminta tolong temanku untuk membelikannya di apotek. Kemudian kuminum tiap obat satu biji tablet dan alhamdulillah sakit tersebut mereda.
Malam ini aku menginap di tempat saudara yaitu omku. Pagi harinya pkl 05.00 rasa sakit di perutku muncul kembali. Sakitnya bukan main. Hingga akhirnya aku muntah-muntah, bahkan makanan dua hari yang lalu keluar. Hua… sadis banget nih penyakit. Itu membuat omku turun tangan. Aku lalu dikerokin. Badanku merah semua akibat kerokan itu. Tetapi alhamdulillah setelah kerokan badanku agak lega.
Aku tak mau ambil resiko muntah lagi dengan makan pagi dengan nasi. Oleh itu aku makan bubur. Sambil balik ke kos aku membelinya. Di pertengahan jalan aku teringat sesuatu. Yaitu mencoba (lagi) cari warung yang jual sagu. Akhirnya ternyata ak jauh dari kosku aku mendapatkannya. Ternyata kata penjual di warung itu sagu memang berkhasiat menyembuhkan perut yang lagi maag.
Di kos segera kucampurkan 3 sendok sagu tersebut dengan air biasa. Warna yang putih seperti susu pada air tersebut membuatku pengin segera minum malah. Tanpa rasa ragu kuminum. (#glegek-glegek). Wah enak euy, gak pahit kok. Segera kuiringi dengan makan bubur yang telah kubeli tadi. Setelah itu kuistirahatkan diriku di kasur.
Eh tak lama kemudian perutku mendingan gak sakit. Tetapi tetap takut akan sakit lagi nanti. Siangnya kuminumi kembali air sagu itu lagi. Malamnya juga. Dan terakhir yaitu esok paginya. Setelah itu pun hilang sembuh…! Thanks Allah! Gimana mau nyobain kah? ^_^
Awalnya aku ragu dan mencoba mencari mencari alternatif lain yaitu informasi obat yang sekiranya bisa menyembuhkannya. Tetapi malah banyak menemui tulisan yang menyebutkan sembuh dengan cara tradisional tersebut. Bahkan ada tulisan mengenai pengalaman seseorang yang terkena penyakit sakit perut aneh yaitu pada saat buang angin juga sambil keluar kotoran. Hingga berobat ke Belanda hasilnya nihil. Tetapi setelah meminum air sagu tersebut sembuh.

Sangat simpel sekali obat tradisional dengan meminum air sagu tersebut. Yaitu cukup dengan mencampurkan 3 sendok tepung sagu/kanji yang banyak di jual di warung ke dalam air biasa (tidak hangat/dingin). Kemudian langsung diminum.
Karena banyak fakta yang menunjukkan keberhasilan cara tradisional tersebut akupun mencobanya. Langsung menuju ke warung untuk membeli secukupnya tepung sagu/kanji. Eh ternyata warung tersebut gak jual. Padahal rasa sakit perut ini sudah semakin menjadi. Kemudian aku balik ke kos tanpa mendapatkan tepung sagu tersebut.
Di jalan aku tak sengaja lihat penjual jamu gendong. Mungkin dengan minum jamu perutku menjadi mendingan. Dan alhamdulillah setelah minum rasa sakit di perut mendingan. Sehingga pada saat ujian di kampus aku dapat agak tenang tanpa gangguan rasa sakit di perut yang kukhawatirkan.
Tetapi tepat setelah selesai ujian tiba-tiba rasa sakit di perutku muncul lagi semakin menjadi sakitnya. Kucoba untuk makan mungkin saja perut ini sakit karena minta makan (?). Eh malah setelah makan semakin sakit sehingga aku cepat-cepat balik ke kos mungkin dengan istirahat akan buat perut mendingan. Rupanya sesampai di kos muntah-muntah. Makanan yang tadi barusan masuk keluar semua. Hufff..
Duh bingung bagaimana nih. Untungnya dua hari esok gak ada kuliah. Tetapi aku tetap mencoba keras mencari obatnya. Dan ada temanku juga yang mau bantu mencarikan sagu di warung-warung lain. Tetapi pun juga nihil gak ada yang jual. Di daerah mahasiswa seperti tembalang ini jelas susah mencari barang yang seperti itu.
Kemudian kucoba browsing lagi. Kuambil hapeku dan kubaca-bca informasi mengenai obatnya. Alhasil ada yang menuliskan nama obat yang sekiranya bisa juga menyembuhkan sakit perut yang sedang kualami ini. Yaitu PRIMPERAN dan AMOXSAN. Dengan langsung percaya aku meminta tolong temanku untuk membelikannya di apotek. Kemudian kuminum tiap obat satu biji tablet dan alhamdulillah sakit tersebut mereda.
Malam ini aku menginap di tempat saudara yaitu omku. Pagi harinya pkl 05.00 rasa sakit di perutku muncul kembali. Sakitnya bukan main. Hingga akhirnya aku muntah-muntah, bahkan makanan dua hari yang lalu keluar. Hua… sadis banget nih penyakit. Itu membuat omku turun tangan. Aku lalu dikerokin. Badanku merah semua akibat kerokan itu. Tetapi alhamdulillah setelah kerokan badanku agak lega.
Aku tak mau ambil resiko muntah lagi dengan makan pagi dengan nasi. Oleh itu aku makan bubur. Sambil balik ke kos aku membelinya. Di pertengahan jalan aku teringat sesuatu. Yaitu mencoba (lagi) cari warung yang jual sagu. Akhirnya ternyata ak jauh dari kosku aku mendapatkannya. Ternyata kata penjual di warung itu sagu memang berkhasiat menyembuhkan perut yang lagi maag.
Di kos segera kucampurkan 3 sendok sagu tersebut dengan air biasa. Warna yang putih seperti susu pada air tersebut membuatku pengin segera minum malah. Tanpa rasa ragu kuminum. (#glegek-glegek). Wah enak euy, gak pahit kok. Segera kuiringi dengan makan bubur yang telah kubeli tadi. Setelah itu kuistirahatkan diriku di kasur.
Eh tak lama kemudian perutku mendingan gak sakit. Tetapi tetap takut akan sakit lagi nanti. Siangnya kuminumi kembali air sagu itu lagi. Malamnya juga. Dan terakhir yaitu esok paginya. Setelah itu pun hilang sembuh…! Thanks Allah! Gimana mau nyobain kah? ^_^
Friday, July 3, 2009
Pengalamanku Belekan (Bagian 2)
Sungguh menyebalkan sekali mengalami penyakit ini. Terpaksa ke kampus aku harus memakai kaca mata hitam. Untungnya kacamata yang kupakai keren, meskipun pinjam. Hehe. Jadinya di kampus tuh dah kayak selebriti aja. Kalau menurutku malah lebih seperti terlihat kayak tukang pijat nyasar gitu deh. :( Ada nih fotonya.

Akhirnya penyakit belekan ini sembuh kira-kira setelah satu minggu. Alhamdulillah… Postingan seruku yang bagian pertama sudah dibaca lum? Kalau belum Klik disini
Nah bagi para penderita belekan yang mungkin kebetulan membaca tulisanku ini berikut kejelaskan singkat cara aku merawat penyakit itu hingga sembuh. Mudah-mudahan dari pengalamanku ini dapat bermanaat bagi semua.
Pada posting yang pertama kan sudah kuceritakan mengenai kisahku merendam mataku dengan air rendaman daun sirih. Setelah kulakukan itu tenyata ada efeknya menurutku. Yang sebelumnya keluar belek/ tahi mata terus menerus, setelah itu tidak lagi. Tetapi merahnya mata masih. Menurut analisaku air sirih itu mematikan virus/kuman yang ada di mata belekan kita. Tetapi untuk merahnya mata perlu disembuhkan dengan obat mata.
Sehingga kemudian tiap hari tiga kali kucelupkan beberapa tetes obat mata (insto) pada mataku. Yah memang harus sabar. Mata tidak langsung cepat pulih kembali. Tetapi sedikit demi sdikit membaik (menjadi putih kembali).
Selain penyembuhan juga perlu perawaan pada mata. Selama terkena penyakit itu kurangi aktivitas kalau bisa tidur aja. Kemudian pakailah kacamata seperti yang telah kulakukan jika keluar rumah. Apalagi siang hari, sebab debu sangat bertebaran yang bisa menyebabkan mata kita semakin perih. Ketika berkendara jangan lupa memakai helm. Dan jangan mencoba ya menularkan penyakitnya pada orang lain. ><
Itu dia segelintir kisahku lebih tepatnya pengalamanku bersama kacamata eh salah, pengalamanku ketika belekan deng. Sekian dan terima kasih. Kalau ada pertanyaan kuterima.

Akhirnya penyakit belekan ini sembuh kira-kira setelah satu minggu. Alhamdulillah… Postingan seruku yang bagian pertama sudah dibaca lum? Kalau belum Klik disini
Nah bagi para penderita belekan yang mungkin kebetulan membaca tulisanku ini berikut kejelaskan singkat cara aku merawat penyakit itu hingga sembuh. Mudah-mudahan dari pengalamanku ini dapat bermanaat bagi semua.
Pada posting yang pertama kan sudah kuceritakan mengenai kisahku merendam mataku dengan air rendaman daun sirih. Setelah kulakukan itu tenyata ada efeknya menurutku. Yang sebelumnya keluar belek/ tahi mata terus menerus, setelah itu tidak lagi. Tetapi merahnya mata masih. Menurut analisaku air sirih itu mematikan virus/kuman yang ada di mata belekan kita. Tetapi untuk merahnya mata perlu disembuhkan dengan obat mata.
Sehingga kemudian tiap hari tiga kali kucelupkan beberapa tetes obat mata (insto) pada mataku. Yah memang harus sabar. Mata tidak langsung cepat pulih kembali. Tetapi sedikit demi sdikit membaik (menjadi putih kembali).
Selain penyembuhan juga perlu perawaan pada mata. Selama terkena penyakit itu kurangi aktivitas kalau bisa tidur aja. Kemudian pakailah kacamata seperti yang telah kulakukan jika keluar rumah. Apalagi siang hari, sebab debu sangat bertebaran yang bisa menyebabkan mata kita semakin perih. Ketika berkendara jangan lupa memakai helm. Dan jangan mencoba ya menularkan penyakitnya pada orang lain. ><
Itu dia segelintir kisahku lebih tepatnya pengalamanku bersama kacamata eh salah, pengalamanku ketika belekan deng. Sekian dan terima kasih. Kalau ada pertanyaan kuterima.
Pengalamanku Belekan (Mata Keluar Tahi Mata dan Merah Sekali)
Belekan adalah sebuah penyakit mata dimana mata mengeluarkan tahi mata (belek) padahal sedang beraktivitas yang kemudian diikuti dengan merah sekali. Biasanya hanya satu mata saja yang kena, namun dalam waktu sebentar akan menular yang sebelahnya. Penyakit ini disebabkan oleh virus dan kuman jadi sangat menular. Jika anda tidak mau tertular berhati-hatilah, jangan kontak langsung dengan si penderita. Contohnya saja saya bulan kemarin.
Di kosan tempat tinggalku ada dua orang yang terkena penyakit ini. Dan salah satunya satu kamar denganku. Karena pada waktu itu kurang pengetahuanku tentang belekan akhirnya aku pun tertular pula. T_T
Siang itu aku merasa sesuatu yang aneh pada mataku. Yaitu keluarnya tahi mata pada mata sebelah kananku. Kontak langsung panik diriku. Kubersihkan mataku sehingga tidak ada tahi mata lagi. Eh taunya beberapa saat kemudian muncul kembali. Muncul terus-menerus dan kubersihkan terus-menerus. Kupikir sebentar, dan kusadar bahwa sepertinya mataku tertular penyakit.
Sebelumnya aku gak tau nama penyakit itu. Kemudian aku mengambil obat mata punyaku yang pernah kubeli dulu, insto. Tetapi setelah kubaca-baca khasiat dari insto bahwa meredakan mata merah karena iritasi ringan, akupun meragukan kemampuan obat ini. Sepertinya yang kualami ini bukan iritasi ringan. Segera kugunakan hpku browsing di google dan akhirnya dapat bahwa penyakit ini namanya belekan. Tetapi kurang disebutkan mengenai obat belekan ini.
Akhirnya beberapa kali browsing setelah dua hari belekan tak kunjung sembuh dan sudah menular pada kedua mata, sampai pada sebuah tulisan mengenai pengalaman belekan. Disebutkan bahwa ia sembuh dengan merendam matanya pada air sirih. Tetapi tidak disebutkan secara rinci mengenai cara merendamnya bagaimana. Namun aku tetap mencobanya.
Di daerah kos-kosan seperti ini susah menemui warung menjual daun sirih. Alhamdulillah ada orang yang menunjukkanku dimana dapat kutemui tanaman sirih. Dan oleh yang punya tanaman aku diperbolehkan memetik beberapa lembar daun.

Sesampai di kos segera kurendam pada air panas. Kutunggu beberapa saat hingga air rendaman tersebut agak hangat. Kuambil nafas dalam-dalam dan lalu kucelupkan mukaku tentunya mataku dalam keadaan melotot. Cihui enak malah rasanya direndam di air hangat. Kuputar-putar bola mataku, sedikit nyut-nyut gitu di mata. Ini kulakukan beberapa kali hingga puas.
Dalam tulisan yang tadi sebenarnya disebutkan bahwa ia langsung sembuh 5 menit setelah merendam matanya di air dan sirih. Dan diriku setelah 5 menit kulihat mataku di kaca. Tada..masih….(T_T). Kucek lagi 10 menit kemudian, masih, setengah jam, masih, sorenya, masih. Hya… hiks2.
Bersambung... Disini
Di kosan tempat tinggalku ada dua orang yang terkena penyakit ini. Dan salah satunya satu kamar denganku. Karena pada waktu itu kurang pengetahuanku tentang belekan akhirnya aku pun tertular pula. T_T
Siang itu aku merasa sesuatu yang aneh pada mataku. Yaitu keluarnya tahi mata pada mata sebelah kananku. Kontak langsung panik diriku. Kubersihkan mataku sehingga tidak ada tahi mata lagi. Eh taunya beberapa saat kemudian muncul kembali. Muncul terus-menerus dan kubersihkan terus-menerus. Kupikir sebentar, dan kusadar bahwa sepertinya mataku tertular penyakit.
Sebelumnya aku gak tau nama penyakit itu. Kemudian aku mengambil obat mata punyaku yang pernah kubeli dulu, insto. Tetapi setelah kubaca-baca khasiat dari insto bahwa meredakan mata merah karena iritasi ringan, akupun meragukan kemampuan obat ini. Sepertinya yang kualami ini bukan iritasi ringan. Segera kugunakan hpku browsing di google dan akhirnya dapat bahwa penyakit ini namanya belekan. Tetapi kurang disebutkan mengenai obat belekan ini.
Akhirnya beberapa kali browsing setelah dua hari belekan tak kunjung sembuh dan sudah menular pada kedua mata, sampai pada sebuah tulisan mengenai pengalaman belekan. Disebutkan bahwa ia sembuh dengan merendam matanya pada air sirih. Tetapi tidak disebutkan secara rinci mengenai cara merendamnya bagaimana. Namun aku tetap mencobanya.
Di daerah kos-kosan seperti ini susah menemui warung menjual daun sirih. Alhamdulillah ada orang yang menunjukkanku dimana dapat kutemui tanaman sirih. Dan oleh yang punya tanaman aku diperbolehkan memetik beberapa lembar daun.

Sesampai di kos segera kurendam pada air panas. Kutunggu beberapa saat hingga air rendaman tersebut agak hangat. Kuambil nafas dalam-dalam dan lalu kucelupkan mukaku tentunya mataku dalam keadaan melotot. Cihui enak malah rasanya direndam di air hangat. Kuputar-putar bola mataku, sedikit nyut-nyut gitu di mata. Ini kulakukan beberapa kali hingga puas.
Dalam tulisan yang tadi sebenarnya disebutkan bahwa ia langsung sembuh 5 menit setelah merendam matanya di air dan sirih. Dan diriku setelah 5 menit kulihat mataku di kaca. Tada..masih….(T_T). Kucek lagi 10 menit kemudian, masih, setengah jam, masih, sorenya, masih. Hya… hiks2.
Bersambung... Disini
Friday, June 12, 2009
RIA ANDRIANI
Ria : Halo
Aku : Ia, aku pamit pulang dulu lah>? Aku ada kuliah olahraga jam setengah 7.
Ria : Iya.
Aku : Kam gak bisa kesini kah?
Ria : Gak bisa…
Aku : Ya udah gak papa, hati-hati lah. Kalau dah nyampe sms ya.
Ria : Insyaallah
Aku : Amin.. dah dulu. Assalamualaikum.
Percakapan telepon di atas adalah detik-detik terakhir sebelum aku dan ria benar-benar berpisah. Kamarin, Kamis 11 Juni 2009 jam 6 pagi di pelabuhan Tanjung Mas Semarang.
Aku disana dalam rangka menemaninya di pelabuhan. Ini yang kedua kalinya aku ketemu dia disana. Sebelumnya hari Rabu pagi aku sudah menemuinya disana. Awalnya kapal hendak berangkat hari Rabu itu pukul 10.00. Tapi karena katanya kapal kandas jadi jadwal diundur hari esoknya kamis pagi jam 05.00. Ria beserta Bapaknya sendiri hendak bertolak ke pelabuhan Kumai alias pulang ke Pangkalan Bun.
Sebelumnya tidak pernah terpikir bakal ketemu dia pada hari itu. Entah kenapa tumben dia membolehkanku ketemu dia. Emang sih kami udah lama gak ketemu. Semenjak aku lulus SMA dan kuliah baru dua kali ini aku ketemu. Sebelumnya adalah Februari lalu ketika aku sedang pulang liburan ke Pangkalan Bun.
Dia, Ria Andriani, adalahcewek perempuan yang pernah hadir dalam hidupku sejak 28 September 2007. Istilahnya dia adalah perempuan yang membuat aku semangat belajar. Dimana membuatku berubah dalam beberapa hal.
Tanggal 15 Juni 2009 ini dia akan memperoleh pengumuman kelulusan Ujian Nasionalnya. Alias sebentar lagi dia akan menginjak jeenjang yang lebih tinggi yaitu kuliah. Dan dia ke Jawa ini dalam rangka mendaftar ke sebuah perguruan tinggi di Bandung.
Melalui tulisan ini akupun berterima kasih kepada Allah Subhanahu Watala yang telah memberikanku sebuah nikmat berupa rasa #tiitt…# (disensor) kepadaku terhadapnya. Semoga itu malah dapat membuatku semakin dekat dengan-Nya. Aku juga berdoa untuk Ria semoga harapan dan impian yang dia citakan dikabulkan oleh-Nya. Amin.
Tulisan ini kupersembahkan untuk ria. Tapi semoga aja dia tidak membaca tulisanku ini. ^_^&
=Arsyil=
Aku : Ia, aku pamit pulang dulu lah>? Aku ada kuliah olahraga jam setengah 7.
Ria : Iya.
Aku : Kam gak bisa kesini kah?
Ria : Gak bisa…
Aku : Ya udah gak papa, hati-hati lah. Kalau dah nyampe sms ya.
Ria : Insyaallah
Aku : Amin.. dah dulu. Assalamualaikum.
Percakapan telepon di atas adalah detik-detik terakhir sebelum aku dan ria benar-benar berpisah. Kamarin, Kamis 11 Juni 2009 jam 6 pagi di pelabuhan Tanjung Mas Semarang.
Aku disana dalam rangka menemaninya di pelabuhan. Ini yang kedua kalinya aku ketemu dia disana. Sebelumnya hari Rabu pagi aku sudah menemuinya disana. Awalnya kapal hendak berangkat hari Rabu itu pukul 10.00. Tapi karena katanya kapal kandas jadi jadwal diundur hari esoknya kamis pagi jam 05.00. Ria beserta Bapaknya sendiri hendak bertolak ke pelabuhan Kumai alias pulang ke Pangkalan Bun.
Sebelumnya tidak pernah terpikir bakal ketemu dia pada hari itu. Entah kenapa tumben dia membolehkanku ketemu dia. Emang sih kami udah lama gak ketemu. Semenjak aku lulus SMA dan kuliah baru dua kali ini aku ketemu. Sebelumnya adalah Februari lalu ketika aku sedang pulang liburan ke Pangkalan Bun.
Dia, Ria Andriani, adalah
Tanggal 15 Juni 2009 ini dia akan memperoleh pengumuman kelulusan Ujian Nasionalnya. Alias sebentar lagi dia akan menginjak jeenjang yang lebih tinggi yaitu kuliah. Dan dia ke Jawa ini dalam rangka mendaftar ke sebuah perguruan tinggi di Bandung.
Melalui tulisan ini akupun berterima kasih kepada Allah Subhanahu Watala yang telah memberikanku sebuah nikmat berupa rasa #tiitt…# (disensor) kepadaku terhadapnya. Semoga itu malah dapat membuatku semakin dekat dengan-Nya. Aku juga berdoa untuk Ria semoga harapan dan impian yang dia citakan dikabulkan oleh-Nya. Amin.
Tulisan ini kupersembahkan untuk ria. Tapi semoga aja dia tidak membaca tulisanku ini. ^_^&
=Arsyil=
Wednesday, May 27, 2009
Dompetku Hilang Hatiku Gundah
Sudah dua hari ini aku merindukan dompetku. Sudah kucoba mencari ke tempat yang kira-kira tertinggal. Dan nihil, tak ada.
Masalahnya disini bukan uang di dompet itu, tapi surat-surat berharga di dalamnya yang aku bingung mencari solusinya jika hilang. Waduh…aku bingung. Di dalam dompet itu ada STNK, SIM, KTP, ATM, KTM, dsb.
Ceritanya begini, dua hari lalu yaitu hari Minggu pagi jam 06.15 aku berangkat mentoring (kegiatan kelompok studi islami) di masjid kampus. Tapi sebelumnya beli bensin di pom bensin dan beli koran di depan pom bensin tersebut. Jadi yang kuingat terakhir kali dompet itu masih ada padaku yaitu buat bayar koran yang kubeli. Setelah itu aku lupa kutaruh dimana dompet itu.
Setelah beli koran lalu aku menuju masjid kampus buat mentoring. Selesai sekitar pukul 08.00. Cuma sebentar sebelum benar-benar pulang ke wisma (kos-kosan) aku duduk-duduk dulu dan melihat buku-buku yang digelar. Dan kemudian mengantar teman pulang lalu pulang menuju ke wisma.
Sampai di wisma aku masuk ke kamar salah satu teman dan numpang tempat buat makan nasi uduk katering yang biasa diantar tiap pagi.
Setelah selesai makan aku bersiap-siap buat ikut acara seminar di UNDIP bawah tapi sebelumnya sempatin nyuci dulu sebentar. Eh waktu siap berangkat pas aku teringat dompetku aku menyadari bahwa daritadi dompet itu tak kuketahui keberadaannya. Kemudian kucari-cari di sekitar jejak langkahku di wisma baik di kamar temanku tadi maupun kamarku dan tidak ketemu.
Sementara aku ditunggu untuk berangkat seminar atau aku mencari dompetku. Aku nyari bentar kemudian baru berangkat. Kemudian kucari di masjid kampus dan tidak ada. Karena waktu dah sangat telat untuk datang ke seminar aku ambil keputusan untuk datang seminar. Padahal dompet belum ketemu.
Selesai seminar yaitu sore hari aku lanjutkan mencari dan nihil. Besoknya aku mencari di tukang penjual koran nihil juga, katanya gak melihat ada dompet jatuh. Hingga ke jalan dimana kulalui waktu itu bahkan bertanya kepada tukang parkir di sekitar situ kiranya mengetahui hasilnya pun nihil.
AKU BINGUNG… GIMANA YA SOLUSINYA BUAT SURAT-SURAT BERHARGA DI DALAMNYA JIKA DOMPET ITU BENAR-BENAR HILANG??? Bapak, Ibu… Maafkanlah anakmu ini…
Masalahnya disini bukan uang di dompet itu, tapi surat-surat berharga di dalamnya yang aku bingung mencari solusinya jika hilang. Waduh…aku bingung. Di dalam dompet itu ada STNK, SIM, KTP, ATM, KTM, dsb.
Ceritanya begini, dua hari lalu yaitu hari Minggu pagi jam 06.15 aku berangkat mentoring (kegiatan kelompok studi islami) di masjid kampus. Tapi sebelumnya beli bensin di pom bensin dan beli koran di depan pom bensin tersebut. Jadi yang kuingat terakhir kali dompet itu masih ada padaku yaitu buat bayar koran yang kubeli. Setelah itu aku lupa kutaruh dimana dompet itu.
Setelah beli koran lalu aku menuju masjid kampus buat mentoring. Selesai sekitar pukul 08.00. Cuma sebentar sebelum benar-benar pulang ke wisma (kos-kosan) aku duduk-duduk dulu dan melihat buku-buku yang digelar. Dan kemudian mengantar teman pulang lalu pulang menuju ke wisma.
Sampai di wisma aku masuk ke kamar salah satu teman dan numpang tempat buat makan nasi uduk katering yang biasa diantar tiap pagi.
Setelah selesai makan aku bersiap-siap buat ikut acara seminar di UNDIP bawah tapi sebelumnya sempatin nyuci dulu sebentar. Eh waktu siap berangkat pas aku teringat dompetku aku menyadari bahwa daritadi dompet itu tak kuketahui keberadaannya. Kemudian kucari-cari di sekitar jejak langkahku di wisma baik di kamar temanku tadi maupun kamarku dan tidak ketemu.
Sementara aku ditunggu untuk berangkat seminar atau aku mencari dompetku. Aku nyari bentar kemudian baru berangkat. Kemudian kucari di masjid kampus dan tidak ada. Karena waktu dah sangat telat untuk datang ke seminar aku ambil keputusan untuk datang seminar. Padahal dompet belum ketemu.
Selesai seminar yaitu sore hari aku lanjutkan mencari dan nihil. Besoknya aku mencari di tukang penjual koran nihil juga, katanya gak melihat ada dompet jatuh. Hingga ke jalan dimana kulalui waktu itu bahkan bertanya kepada tukang parkir di sekitar situ kiranya mengetahui hasilnya pun nihil.
AKU BINGUNG… GIMANA YA SOLUSINYA BUAT SURAT-SURAT BERHARGA DI DALAMNYA JIKA DOMPET ITU BENAR-BENAR HILANG??? Bapak, Ibu… Maafkanlah anakmu ini…
Saturday, May 16, 2009
Pelatihan Web With Joomla
Hari Sabtu 16 Mei 2009 aku mengikuti Pelatihan Pembuatan Website With Joomla. Yang dilaksanakan oleh Fisika FMIPA Universitas Diponegoro. Tempatnya di gedung lanjut Lab Fisika lantai 2 FMIPA UNDIP. HTM sebesar Rp 10.000. Pemateri dari trainer Fisika sendiri.
Hari Sabtu 16 Mei 2009 aku mengikuti Pelatihan Pembuatan Website With Joomla. Yang dilaksanakan oleh Fisika FMIPA Universitas Diponegoro. Tempatnya di gedung lanjut Lab Fisika lantai 2 FMIPA UNDIP. HTM sebesar Rp 10.000. Pemateri dari trainer Fisika sendiri.
Di pamflet yang disebarkan tertera bahwa kegiatan ini dibagi dua sesi. Sesi I adalah pagi mulai pukul 08.00 dan sesi II adalah siang mulai pukul 12.30. Sedangkan aku mendapat jadwal sesi II yaitu siang.
Jadwal memang pukul 12.30 tetapi ternyata dimulai pukul 13.00 an. Di ruangan lab tersebut ada sekitar belasan komputer yang tersambung dengan jaringan internet. Sebelum masuk lab kami para peserta diberikan modul.
Dalam pelatihan ini kami menggunakan aplikasi appserv-win32-2.5.10.exe. Appserv adalah aplikasi server offline untuk menjalankan joomla. Yang dalam pelatihan ini, aplikasi tersebut sudah disediakan oleh panitia. Jadi para peserta tinggal menjalankan mengikuti instruksi yang diberikan. Sedangkan joomla yang digunakan adalah versi 1.5.
Acara berlangsung hingga pukul 15.30. Yang diajari adalah dari instalasi appserv, kemudian instalasi joomla hingga cara mengotak-atik halaman web seperti membuat artikel, dan instal template joomla. Arsyil.
Hari Sabtu 16 Mei 2009 aku mengikuti Pelatihan Pembuatan Website With Joomla. Yang dilaksanakan oleh Fisika FMIPA Universitas Diponegoro. Tempatnya di gedung lanjut Lab Fisika lantai 2 FMIPA UNDIP. HTM sebesar Rp 10.000. Pemateri dari trainer Fisika sendiri.
Di pamflet yang disebarkan tertera bahwa kegiatan ini dibagi dua sesi. Sesi I adalah pagi mulai pukul 08.00 dan sesi II adalah siang mulai pukul 12.30. Sedangkan aku mendapat jadwal sesi II yaitu siang.
Jadwal memang pukul 12.30 tetapi ternyata dimulai pukul 13.00 an. Di ruangan lab tersebut ada sekitar belasan komputer yang tersambung dengan jaringan internet. Sebelum masuk lab kami para peserta diberikan modul.
Dalam pelatihan ini kami menggunakan aplikasi appserv-win32-2.5.10.exe. Appserv adalah aplikasi server offline untuk menjalankan joomla. Yang dalam pelatihan ini, aplikasi tersebut sudah disediakan oleh panitia. Jadi para peserta tinggal menjalankan mengikuti instruksi yang diberikan. Sedangkan joomla yang digunakan adalah versi 1.5.
Acara berlangsung hingga pukul 15.30. Yang diajari adalah dari instalasi appserv, kemudian instalasi joomla hingga cara mengotak-atik halaman web seperti membuat artikel, dan instal template joomla. Arsyil.
Wednesday, April 22, 2009
Mbak, Minumannya Kemasukan lalat...
Penasaran ya dengan judul di atas? Awalnya tuh dari niat aku sama dua orang temanku buat makan bareng habis Magrib di daerah Ngesrep (malioboronya Tembalang). Hingga kami sampai di sebuah rumah makan, lebih tepatnya toko yang diset kaya KFC, namanya Ayam Pejuang. Menunya emang banyak Ayam sih.
Kami menikmati makan. Tapi tiba-tiba waktu pas aku dah selesai makan aku mau menyodorkan mulutku ke sedotan. Kya,, ada lalat.. gumamku. Jadinya aku ikut minum minuman punya temanku. Sebenarnya bukan masalah aku gak bisa minum sih. Tapi aku sempat berpikir kok tempat makan yang bagus kaya gitu ada lalat yang bisa mengusik ketenangan makan pelanggan disitu. Kalah donk dengan warung kecil seperti warteg.
Waktu aku bayar di kasirnya, mbak yang melayani pembayaran itu sempat terkejut tahu ada lalat masuk ke minumanku. Kemudian mbak itu minta maaf dan akan menggantinya. Kubilang gak usah tapi tetap aja dibungkuskan minuman itu buat kubawa pulang.
=Arsyil=
Kami menikmati makan. Tapi tiba-tiba waktu pas aku dah selesai makan aku mau menyodorkan mulutku ke sedotan. Kya,, ada lalat.. gumamku. Jadinya aku ikut minum minuman punya temanku. Sebenarnya bukan masalah aku gak bisa minum sih. Tapi aku sempat berpikir kok tempat makan yang bagus kaya gitu ada lalat yang bisa mengusik ketenangan makan pelanggan disitu. Kalah donk dengan warung kecil seperti warteg.
Waktu aku bayar di kasirnya, mbak yang melayani pembayaran itu sempat terkejut tahu ada lalat masuk ke minumanku. Kemudian mbak itu minta maaf dan akan menggantinya. Kubilang gak usah tapi tetap aja dibungkuskan minuman itu buat kubawa pulang.
=Arsyil=
Subscribe to:
Posts (Atom)

