Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts
Wednesday, February 16, 2011
Ketika Seorang Wanita Butuh Alasan Kuat Kenapa Dia Harus Berjilbab
Sebuah pertanyaan luar biasa ditanyakan seorang wanita kepadaku (lewat pesan singkat), kemarin. Yaitu mengenai perempuan di mata Islam dan Jilbab bagi seorang perempuan Islam. Namun inti dari beberapa pertanyaan ia ada di salah satu pertanyaannya yang berbunyi, "Aku pengin berjilbab mas.. Tapi aku harus punya alasan kuat, kenapa aku harus berjilbab".
Sebenarnya aku bukanlah muslim yang sudah penuh dengan ilmu agama. Oleh itu mau kusarankan supaya wanita itu mencari buku tentang hal itu. Tapi dilihat dari pertanyaannya itu, sepertinya ia sangat penasaran banget. Maka itu kujawab dengan sebisa ilmu agama yang kupunya. Meskipun wnita itu lebih tua dibandingkan dengan aku. Semoga membantu. Amin.
Ia adalah teman bisnisku yang baru saja kukenal. Telah lulus S1 Unnes. Dia orang Semarang asli. Jadi dalam hal ini aku berhadapan dengan salah satu orang dari masyarakat. Yang sangat haus akan pencerahan untuk kemajuan masyarakat tersebut. Di daerah ia tinggal masih lumayan pergaulan bebas anak muda. Dan alhamdulillah aku adalah seorang mahasiswa yang sudah dibekali jiwa sosial di organisasi yang kutekuni di kampusku, dan pun bertemu dengan orang-orang luar biasa, dan banyak juga yang sudah mantap keimanan dan insyaallah ketakwaan mereka ke Tuhan yang maha penyayang.
Itulah yang membuatku merasa yakin bahwa harus (!) memberitahu dan mengingatkan kepada orang sekitar akan kewajiban-kewajiban yang sudah nyata disabdakan Tuhan, namun masih mereka tanggalkan. Apalagi orang yang belum mendalami agama mereka. Sementara mereka ingin bahagia di dunia dan di akhirat masuk ke surga kelak. Amin.
Berikut berbagai pertanyaan dia dan jawaban sebisaku yang kucoba untuk menjawabnya.
......
Tanya : "Mas, aku mau tanya di luar konteks boleh gak?"
Arsyil : "Tapi pertanyaan yg baik2 ya."
Tanya : "Insya Allah.. setahu aku mas arsyil kan rajin ibadah, sholat tekun, n pinter ngaji juga.. Semoga bisa menjawab pertanyaanku. Aku mau tanya tentang perempuan di mata Islam itu gimana sih? Perlu gak sih perempuan Islam itu berjilbab?"
Tanya : "Trus kenapa kita diwajibkan memakai jilbab? Seandainya kita tidak memakai jilbab, tetapi kita dapat berbusana dengan rapi,sopan, dan menutup aurat kan sudah cukup? Daripada kita berjilbab tetapi gak bisa menjaga diri.."
Tanya : "Trus gimana dengan seorang wanita berjilbab tetapi hatinya kotor, masih mengumbar dosa?"
Tanya : "Aku pengen berjilbab mas.. Tapi aku harus punya alasan kuat, kenapa aku harus berjilbab."
Arsyil : "Kebanyakan cewek yang ragu-ragu buat berjilbab pasti punya pemikiran begitu. Sehingga sampai besok-besok gak bakal pakai jilbab kalau terus berpikir begitu. Yang jelas menutup aurat itu hukumnya wajib kayak kita wajib untuk sholat. Nah, kalau kita berpikr ada orang yang sholat pun juga hatinya masih kotor, trus kita sampai kapanpun gak bakal sholat donk."
......
Begitulah salah satu pengalaman ketika berhadapan dengan salah satu permasalahan masyarakat saat ini. Jika dihadapai dan ditanggapi dengan cara kurang santun maka bisa jadi bukan menemukan solusi, tapi malah menimbulkan kebimbangan semakin besar. Oleh itu harapannya kita semua dan termasuk pribadi Asryil bisa menjadi pengingat kebaikan untuk semua dengan cara halus, yang bisa diterima oleh semua. Pun begitupun dengan aku, semoga kawan-kawan semua bisa mengingatkan aku seandainya ada khilaf semoga bisa diingatkan untuk yang lebih baik.
"Kenapa perempuan harus lebih banyak menutupi bagian tubuhnya? karena perempuan memang dipenuhi dengan bagian tubuh yang berharga dan harus dijaga dengan jilbab (busana yang menutupnya)"
Friday, October 22, 2010
Definisi Apa Itu Islam Ekstrim Adalah?

Kemarin diriku sempat berdiskusi sama seorang teman. Dia kakak sepupuku dari desa mbahku. Lebih agak terasa debat juga sih. Berawal ketika kami sholat bareng di sebuah masjid. Selesai sholat dia langsung menyoroti perilaku sholatku. Yang pertama adalah bentuk sedekapku, meletakkan kedua telapak tangan di depan dada. Yang kedua yaitu karena saat sholat aku melerai seorang anak kecil yang sedang berjalan di depanku saat sholat. Lalu dia bilang “sholat kok melerai bocah”, dan “menaruh sedekap kenapa di dada”. Kemudian aku bilang ke dia semuanya ada dasarnya. Lalu kamipun berbincang gak Cuma tentang hal sholat itu, tentang Islam lainnya kami debatkan.
Memang dalam sebagian debat itu dia luluh atas pendapatku. Aku juga tahu kalau dia belum merasakan ilmu lebih dari ilmu agama di desa. Beda dengan aku sudah memperoleh bermacam ilmu di kota. Namun aku tetap menghargai pendapatnya. Bahkan di akhir perbincangan kami saling legowo. Cuman dari situ aku mempertanyakan satu hal. Dia sempat bilang kepadaku “Islammu terlalu dalam”, tidak baik katanya. Saat itu ya aku jawab kita itu Islam untuk mempelajari Islam jangan setngah-setengah. Namun saat di kos aku kembali merenungkan pertanyaan itu. Akhirnya terbentuklah penasaranku terhadap “Apa itu Islam Ekstrim?”. Sempat sih sedikit gundah di hatiku mungkinkah aku agak mempelajari Islam yang seperti itu.
Lalu ketemu di sebuah tulisan mengenai ciri Islam Ekstrim. Dari beberapa tulisan lain di blog itu aku sempat shock atas beberapa pendapat penulis blog itu mengenai beberapa hal (salah satunya membolehkan “pacaran islami”. Namun disini aku cuma mengutip tulisan mengenai pendapatnya terhadap Islam ekstrim. Berikut beberapa hal merupakan ciri Islam ekstrim menurutnya.
Tanda sikap ekstrim yang paling mencolok, menurut Dr. Yusuf Qardhawi, adalah fanatik pada suatu pendapat dengan fanatisme yang keterlaluan, sehingga tidak mau mengakui keberadaan pendapat lain. (Islam Ekstrem: Analisis dan Pemecahannya, hlm. 32)
Apa sajakah ciri-ciri orang ekstrim-fanatik yang tidak mau mengakui pendapat lain? Berikut ini tujuh ciri orang-orang ekstrim yang terlalu fanatik dan tidak mau menerima keberadaan pendapat lain.
1) Mereka mengulang-ulang dalil tertentu saja, yaitu yang menopang pendapat mereka, seraya mengabaikan dalil lain yang menentang pendapat mereka.
2) Mereka menyalahgunakan dalil ‘pemisah antara yang haq dan yang batil’, di antaranya: hadits “Yang halal itu jelas [halal] dan yang haram itu jelas [haram].” (HR Bukhari & Muslim)
3) Mereka mengira bahwa mereka tahu pasti mana yang haram dan mana yang halal (dan bahwa orang lain yang tidak sependapat dengan mereka tidak tahu sama sekali mana yang haram dan mana yang halal).
4) Mereka sering menyampaikan fatwa dan hasil ijtihad (dengan menggunakan istilah lain, misalnya: konsultasi, tausiyah, materi tarbiyah, oase iman, dll.) dalam persoalan-persoalan yang bukan spesialisasi mereka, tetapi justru menentang fatwa dan hasil ijtihad ulama spesialis yang berseberangan dengan mereka.
5) Mereka maunya disimak, tetapi tidak mau menyimak.
6) Mereka bersikap keras (dan kasar) bila pendapat mereka tidak kita ikuti.
7) Mereka menolak jalan tengah.
Terima kasih untuk http://muhshodiq.wordpress.com/ atas infonya. Aku menghargai pendapatnya dan menyerapinya. Semoga nantinya aku lebih menjadi lebih baik.
Thursday, June 3, 2010
Baru Jadi Manusia Aja Bani Israel Sudah Sombong
Seru sekali perbincanganku dengan kawan-kawan di wisma alanfal (kontrakan-red) sore kemarin ketika sambil menonton berita di TvOne mengenai penyerangan tentara Israel ke kapal tim sukarelawan yang hendak ke Palestina. Sebagian dari para tim sukarelawan tersebut merupakan berasal dari Indonesia. Miris sekali lihat video penyerbuan mereka. Seperti gak ada rasa kemanusiaan. Padahal sudah jelas-jelas bahwa niat tim ini adalah menolong saudara di Palestine. Sampai-sampai ada salah satu teman yang melaknat mereka waktu itu, "Baru jadi manusia aja udah sombong!"
Bahkan ditambah pula dengan beberapa andai-andai dari temanku itu. Katanya, "Seandainya aja doaku dikabulkan mas, mau bantai Israel itu.," kemudian dilanjutkannya, "Aku KAME KAME HA kayak di Dragon Ball, Israel". Hahaha. Maklum dia pecinta anime banget, punya berbagai film kartun/anime di laptopnya. Pun hingga berbicara untuk Israel dia sampai terbayang ke anime. Subhanallah. Tapi bagus juga idenya.. sip!
Kemudian akupun berbicara...ehem, "Allah mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.." Bahkan Alquran pun sudah menerangkan dengan jelas kelebihan, keangkuhan dan kesombongan bangsa Israel itu. Pasti Allah memiliki rencana di kemudian hari. Insyaallah mereka akan dibalas dengan azhab yang pedih.
Baik saudaraku seklian, mari kita simak bersama beberapa ayat dari banyak ayat di Alquran yang menceritakan mengenai Bangsa Israel. Mungkin bisa dijadikan penyegar hati kita. Sesungguhnya Alquran adalah benar adanya!
Surah Al-Israa ayat 4-8:
4. Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: "Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali[848] dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar."
5. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.
6. Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.
7. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.
8. Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.
Sunday, May 30, 2010
Mungkin Perhiasan Indah Itu Bernama Akhwat
Pernahkah teman-teman mendengar kata akhwat? Atau malah dah biasa? Kalau dah biasa, jangan-jangan antum ikhwan? Haha, yang jelas, arti kata akhwat dan ikhwan berbeda dengan makna yang beredar di masyarakat kita. Sebenarnya ikhwan=saudara laki-laki, dan akhwat=saudara perempuan. Berarti aslinya kita semua ikhwan atau akhwat. Namun ternyata di masyarakat, kedua kata itu mengalami penyempitan makna. Yaitu orang yang memiliki ilmu agama lebih dan mendakwahkan islam, senantiasa bertakwa kepada Allah dan mencintai RosulNya. Tapi dalam kesempatan ini arsyil pengen cerita nih mengenai akhwat. Sebab jujur, aku jatuh hati sama mereka.
Sesungguhnya dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita (isteri) yang sholehah. (HR. Muslim)
Subhanallah, Allah menciptakan waktu tak pernah bertabrakan antara satu dan lain. Sehingga waktu pun mengalir terus dan tak pernah sekalipun mengok ke belakang. Hingga salah satu dari waktu itu mengantarkanku pada saat ini. Yaitu saat dimana aku sedang kuliah di Undip dan beremu dengan saudara-saudaraku yang senantiasa beriman kepada Allah dan RasulNya. Satu hal yang jelas, duniaku saat ini berbeda beberapa waktu yang lalu. Ketika dimana aku sedang mengarungi waktu di Pangkalan Bun (kota asalku-red). Ketika akhlak sebagian besar umat disana masih perlu didakwah dengan indahnya Islam. Bahkan mungkin bisa dibilang wanita seperti “akhwat” pun sulit sekali dijumpai. Malah (maaf), yang menutup perhiasan kepala dengan jilbab masih sedikit sekali. Sebagai contoh sewaktu SMA, di kelasku yang berisi 37 orang, hanya 1 orang yang memakai jilbab. Waallahualam, semoga saat ini teman-teman lainnya sudah menjadi wanita yang telah menyempurnakan penutup aurat mereka.
Berawal dari semester 1 kuliah, suatu peristiwa yang kuingat sampai sekarang mengenai akhwat membelalakkan mataku, hingga takjub dengan keistiqomahan mereka. Seorang dari temanku yang notabene “akhwat” mengajakku ke sebuah tempat. Kami berdua adalah dalam sebuah organisasi dan waktu itu ada acara tugas dari organisasi. Yaitu menghadiri sebuah rapat di Undip bawah. Gak kupercaya, sungguh dia waktu itu naik bis sendirian dan aku naik motor. Sama sekali dia tak akan mau membonceng motor lelaki yang bukan muhrim dengannya. Padahal jarak tempat lumayan jauh. Subhanallah. Semakin bertambah imanku sejak saat itu. Pernah suatu ketika aku dipaksa teman-temanku untuk memboncengi seorang wanita saat angkatan kami akan pulang dari berlibur ke Magelang, tapi mau gimana aku istiqomah untuk menolak hal itu dan akhirnya dicarikan solusi dan aku tak jadi memboncengi wanita.
Kembali ke hal akhwat, (aduh, topiknya sensitif nih). Jujur aku agak gimana gitu ngomongin tentang akhwat, kayak mau cari jodoh aja, wakakaka. Betewe, mengenai jodoh ada sebuah hadist bagus buat pedoman para pria mencari pendamping hidupnya, ntar di bagian paling akhir ya.
Intinya menurutku sih, makna akhwat cukup simpel, yaitu “wanita yang sholehah / wanita yang taat beragama”. Jadi, konklusinya menurut hadist Rasulullah yang pertama tadi, akhwat bisa tuh masuk kategori “sebaik-baik perhiasan”. Insyaallah.
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia." Muttafaq Alaihi dan Imam Lima.
Subscribe to:
Posts (Atom)


