Showing posts with label metode peramalan. Show all posts
Showing posts with label metode peramalan. Show all posts

Friday, December 31, 2010

Metode Dekomposisi (Trend, Siklus, Musiman) Aditif dan Multiplikatif Untuk Peramalan


Prinsip dasar dari metode dekomposisi deret waktu adalah mendekomposisi (memecah) data deret waktu menjadi beberapa pola dan mengidentifikasi masing-masing komponen dari deret waktu tersebut secara terpisah. Pemisahan ini dilakukan untuk membantu meningkatkan ketepatan peramalan dan membantu pemahaman atas perilaku deret data secara lebih baik (Makridakis, Wheelwright dan McGee, 1992).

Subagyo (1986) menjelaskan bahwa perubahan sesuatu hal itu biasanya mempunyai pola yang agak komplek, misalnya ada unsur kenaikan, penurunan, berfluktuasi dan tidak teratur, sehingga untuk diramal dan dianalisis dengan sekaligus sangatlah sulit, sehingga biasanya diadakan pendekomposisian data kedalam beberapa komponen. Masing-masing komponen akan dipelajari dan dicari satu persatu, setelah ditemukan akan digabung lagi menjadi nilai taksir atau ramalan.

Metode dekomposisi dilandasi oleh asumsi bahwa data yang ada merupakan gabungan dari beberapa komponen,

Data = pola + kesalahan = f(trend, siklus, musiman) + kesalahan

Komponen kesalahan diasumsikan sebagai perbedaan dari kombinasi komponen trend, siklus dan musiman dengan data sebenarnya (Assauri, 1984).

Asumsi di atas mengandung pengertian bahwa terdapat empat komponen yang mempengaruhi suatu deret waktu, yaitu tiga komponen yang dapat diidentifikasi karena memiliki pola tertentu yaitu : tren, siklus dan musiman, sedangkan komponen kesalahan tidak dapat diprediksi karena tidak memiliki pola yang sistematis dan mempunyai gerakan yang tidak beraturan (Awat, 1990).

Trend adalah kecenderungan gerak naik atau turun pada data yang terjadi dalam jangka panjang. Variasi musim adalah gerak naik dan turun yang terjadi secara periodik (berulang dalam selang waktu yang sama). Komponen siklis adalah perubahan gelombang pasang surut yang berulang kembali dalam waktu yang cukup lama, misalnya : 10 tahun, kuartal ke-20 dan lain-lain. Komponen kesalahan (random) adalah gerakan yang tidak teratur dan terjadi secara tiba-tiba serta sulit untuk diramalkan. Gerakan ini dapat timbul sebagai akibat adanya peperangan, bencana alam, krisis moneter dan lain-lain (Nugroho, 1993).

Menurut Hildebrand (1991), komponen tren, siklus, musiman dan kesalahan dari deret waktu dapat diasumsikan dalam dua model yang berbeda yaitu model multiplikatif dan model aditif.

Model multiplikatif dari metode dekomposisi adalah :
Xt = It . Tt . Ct .Et
sedangkan model aditifnya adalah :
Xt = It + Tt + Ct + Et
dimana,
Xt = data aktual pada periode ke-t
Tt = komponen Tren pada periode ke-t
Ct = komponen siklus pada periode ke-t
It = komponen musiman pada periode ke-t
Et = komponen kesalahan pada periode ke-t

Sebagai seorang Statistikawan, tidak menutup diri untuk membantu sesama dalam memecahkan permasalahan statistika. Bagi kamu yang pengin bertanya alias membahas sebuah persoalan statistik dengan saya, monggo, silakan tanyakan saja, dapat lewat blog ini atau facebook atau YM. Terima kasih.

Butuh tenaga statistik untuk mengerjakan penelitian anda? atau konsultasi tentang rumitnya statistika hingga menjadi mudah? dimanapun anda silakan kontak saya! (Mahasiswa S1 Statistika Universitas Diponegoro Semarang)

Friday, December 17, 2010

Apa Itu MAPE, MAD, dan MSD? Pada Analisis Forecast...

Forecast dengan MINITAB

Ketiga nilai tersebut adalah ukuran akurasi ketepatan model, semakin kecil nilainya maka semakin baik.
1. MAPE (Mean Absolute Percentage Error)
Merupakan rata-rata dari keseluruhan persentase kesalahan (selisih) antara data aktual dengan data hasil peramalan. Ukuran akurasi dicocokkan dengan data time series, dan ditunjukkan dalam persentase.
2. MAD (Mean Absolute Deviation)
Merupakan rata-rata darinilaiabsolutsimpangan.
3. MSD (Mean Squared Deviation)
Merupakan rata-rata dari nilai kuadrat simpangan data.

Dengan membandingkan nilai-nilai MAPE, MAD, dan MSD, maka dapat kita tentukan mana model yang terbaik, yaitu model dengan ukuran-ukuran akurasi yang terkecil.

Kalau butuh bantuan (gak ngerti artikel ini) bisa tanya aja ke saya.

Artikel Mengenai peramalan pada analisis trend dengan software MINITAB dapat dilihat disini: Analisis TREND pada Peramalan dengan Software MINITAB
Atau silakan membaca dulu mengenai model-model yang ada dalam analisis trend, dapat dibaca disini: Model Trend Analysis; Linier, Kuadratik, Eksponensial, dan S-Kurva pada Grafik Runtun Waktu
Sedangkan artikel tentang metode pemulusan dengan MINITAB silakan dibaca aja nih: Pemulusan Eksponensial Tunggal Pada Metode Peramalan Statistika

Oleh: Arsyil Hendra Saputra
Sebagai seorang Statistikawan, tidak menutup diri untuk membantu sesama dalammemecahkan permasalahan statistika. Bagi kamu yang pengin bertanya alias membahas sebuah persoalan statistik dengan saya, monggo, silakan tanyakan saja, dapat lewat blog ini atau facebook atau YM. Terima kasih.

Model Trend Analysis; Linier, Kuadratik, Eksponensial, dan S-Kurva pada Grafik Runtun Waktu

Grafik Runtun Waktu dengan MINITAB

Analisis trend merupakan suatu metode analisis yang ditujukan untuk melakukan suatu estimasi atau peramalan pada masa yang akan datang. Untuk melakukan peramalan dengan baik maka dibutuhkan berbagai macam informasi (data) yang cukup banyak dan diamati dalam periode waktu yang relative cukup panjang, sehingga dari hasil analisis tersebut dapat diketahui sampai berapa besar fluktuasi yang terjadi dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terhadap perubahan tersebut.

Analisis trend menjadikan model trend umum untuk data runtun waktu dan memungkinkan penghitungan peramalan untuk masa yang akan datang. Ada beberapa model yang umum digunakan untuk analisis tren, yaitu trend linear model, quadratic trend model, exponential growth trend model, dan S-curve model. Namun keempat prosedur model tersebut hanya dapat digunakan untuk data runtun yang tidak memiki unsur musiman.

Keempat model untuk analisis trend tersebut dapat kita gunakan dengan asumsi sebagai berikut :
  • Data tidak memilki unsur musiman
  • Data memiliki kecenderungan yang konstan
  • Data tidak memilki unsur musiman
  • Analisis dilakukan untuk peramalan jangka panjang
  • Khusus untuk model kurva S (S-curve model), tidak boleh ada elemen data yang hilang pada data runtunnya.

Ada beberapa model yang umum digunakan untuk analisis trend, yaitu trend linear model, quadratic trend model, exponential growth trend model, dan S-curve model.Berikut merupakan penjelasan keempat model tersebut:
1. Trend Linear Model
Rumus umumnya adalah sebagai berikut :
Y_t=β_0+(β_1*t)+e_t
Pada model ini, β menunjukkan rata-rata perubahan dari periode satu ke periode berikutnya.
2. Quadratic trend model
Rumus umum :
Y_t=β_0+(β_1*t)+(β_2*t^2 )+e_t
Model ini dapat digunakan untuk bentuk lengkungan plot data yang sederhana.
3. Exponential Growth Trend Model
Model ini menunjukkan adanya peningkatan secara eksponensial atau hilang.
Rumus umum:
Y_t=β_0*β_1^t*e_t
4. S-Curve Model
Menggunakan model trend logistik Pearl-Reed. Model ini digunakan jika plot runtun data mengindikasikan adanya kecenderungan bentuk kurva “S”.
Modelnya adalah sebagai berikut:
Y_t=(10^a)/(β_0+β_1 β_2^t)

Cara Memilih Diantara 4 Model
Melihat pada grafik time series, jika terlihat linier, maka digunakan trend linear model. Jika berbentuk kurva atau eksponensial, maka dipilih quadratic dan exponential growth trend model. Namun jika kurva berbentuk “S”, maka gunakanlah S-curve model.
Setelah hasil forecast (peramalan) diperoleh dengan menggunakan model yang telah dipilih, ketepatan hasil peramalan perlu diuji terlebih dahulu. Atau kita dapat memilih dari keempat model dengan melihat ukuran akurasi (MAPE, MAD, dan MSD). Pilih model yang mempunyai ukuran akurasi paling kecil.

Kalau butuh bantuan (gak ngerti artikel ini) bisa tanya aja ke saya.

Artikel Mengenai peramalan pada analisis trend dengan software MINITAB dapat dilihat disini: Analisis TREND pada Peramalan dengan Software MINITAB
Sedangkan artikel tentang metode pemulusan dengan MINITAB silakan dibaca aja nih: Pemulusan Eksponensial Tunggal Pada Metode Peramalan Statistika

Oleh: Arsyil Hendra Saputra
Butuh tenaga statistik untuk mengerjakan penelitian anda? atau konsultasi tentang rumitnya statistika hingga menjadi mudah? dimanapun anda silakan kontak saya! (Mahasiswa S1 Statistika Universitas Diponegoro Semarang)

Pemulusan Eksponensial Tunggal Pada Metode Peramalan Statistika

Pemulusan Eksponensial Tunggal dengan software MINITAB

Metode pemulusan dapat dilakukan dengan dua pendekatan yakni Metode Perataan (Average) dan Metode Pemulusan Eksponensial (Exponential Smoothing).Pada metode pemulusan eksponensial, pada dasarnya data masa lalu dimuluskan dengan cara melakukan pembobotan menurun secara eksponensial terhadap nilai pengamatan yang lebih tua. Atau nilai yang lebih baru diberikan bobot yang relatif lebih besar dibanding nilai pengamatan yang lebih lama. Beberapa jenis analisis data deret waktu yang masuk pada katagori pemulusan eksponensial, diantaranya :
a. Pemulusan eksponensial tunggal,
b. Pemulusan eksponensial tunggal: pendekatan adaptif,
c. Pemulusan eksponensial ganda : metode Brown,
d. Metode pemulusan eksponensial ganda : metode Holt,
e. Pemulusan eksponensial tripel : metode Winter.

Single Exponential Smoothing memperhalus data dengan menggunakan optimal satu langkah ke depan ARIMA (0,1,1) untuk formula peramalan. Single Exponential Smoothing memperhalus data dengan menghitung eksponensial rata-rata yang diberi bobot parameter dan menyajikan peramalan untuk jangka pendek. Procedure ini akan bekerja dengan baik jika digunakan pada data yang tidak mengandung komponen trend dan musiman. Dalam single eksponensial tunggal merupakan metode yang menunjukkan pembobotan menurun secara eksponensial terhadap nilai observasi yang lebih tua.

Bobot parameter ,merupakan perameter smoothing dengan 0 < <1 ,yang dapat dispesifikasikan terlebih dahulu. Single Exponential Smoothing digunakan untuk : a. Data yang tidak mengandung trend b. Data yang tidak mengandung komponen musiman c. Untuk peramalan jangka pendek Cara Memilih Pembobotan Terbaik
Ketepatan hasil peramalan perlu diuji terlebih dahulu. Atau kita dapat memilih dari ketiga pembobotan dengan melihat ukuran akurasi (MAPE, MAD, dan MSD). Pilih pembobotan yang mempunyai ukuran akurasi paling kecil.

Ukuran Akurasi
Berikut beberapa ukuran akurasi yang biasa digunakan, makin kecil nilainya, maka ketepatan peramalan makin baik :
a. MAPE (Mean Absolute Percentage Error)
Merupakan rata-rata dari keseluruhan persentase kesalahan (selisih) antara data aktual dengan data hasil peramalan. Ukuran akurasi dicocokkan dengan data time series, dan ditunjukkan dalam persentase.
b. MAD (Mean Absolute Deviation)
Merupakan rata-rata dari nilai absolute simpangan.
c. MSD (Mean Squared Deviation)
Merupakan rata-rata dari nilai kuadrat simpangan data.

Dengan membandingkan nilai-nilai MAPE, MAD, dan MSD, maka dapat kita tentukan mana nilai pembobotan terbaik, yaitu pemulusan dengan ukuran-ukuran akurasi yang terkecil. 

Baca juga artikel yang berisi permasalahan untuk peramalan dan analisis trend dengan menggunakan software MINITAB: Analisis TREND pada Peramalan dengan Software MINITAB

Oleh: Arsyil Hendra Saputra
Sebagai seorang Statistikawan, tidak menutup diri untuk membantu sesama dalammemecahkan permasalahan statistika. Bagi kamu yang pengin bertanya alias membahas sebuah persoalan statistik dengan saya, monggo, silakan tanyakan saja, dapat lewat blog ini atau facebook atau YM. Terima kasih.

Monday, November 29, 2010

Analisis TREND pada Peramalan dengan Software MINITAB


Ini adalah kali praktikum aku untuk mata kuliah metode pramalan. Praktikum pertama membahas tentang Trend Analysis. Nih ane share aja ke kawan-kawan mengenai salah satu permasalahan (contoh soal) dari analisis trend ini. Semoga bisa dimengerti. Ohya, dalam praktikumku ini menggunakan software MINITAB. Selamat Mencoba. Dan cuma mau promosi, bagi kawan-kawan yang butuh tenaga untuk olah data statistik seperti skripsi, bisa menghubungi arsyil. Terima kasih

Diberikan data sebagai berikut:
Trade Food Metals
322    53.5    44.2
317    53.0    44.3
319    53.2    44.4
323    52.5    43.4
327    53.4    42.8
328    56.5    44.3
325    65.3    44.4
326    70.7    44.8
330    66.9    44.4
334    58.2    43.1
337    55.3    42.6
341    53.4    42.4
322    52.1    42.2
318    51.5    41.8
320    51.5    40.1
326    52.4    42.0
332    53.3    42.4
334    55.5    43.1
335    64.2    42.4
336    69.6    43.1
335    69.3    43.2
338    58.5    42.8
342    55.3    43.0
348    53.6    42.8
330    52.3    42.5
326    51.5    42.6
329    51.7    42.3
337    51.5    42.9
345    52.2    43.6
350    57.1    44.7
351    63.6    44.5
354    68.8    45.0
355    68.9    44.8
357    60.1    44.9
362    55.6    45.2
368    53.9    45.2
348    53.3    45.0
345    53.1    45.5
349    53.5    46.2
355    53.5    46.8
362    53.9    47.5
367    57.1    48.3
366    64.7    48.3
370    69.4    49.1
371    70.3    48.9
375    62.6    49.4
380    57.9    50.0
385    55.8    50.0
361    54.8    49.6
354    54.2    49.9
357    54.6    49.6
367    54.3    50.7
376    54.8    50.7
381    58.1    50.9
381    68.1    50.5
383    73.3    51.2
384    75.5    50.7
387    66.4    50.3
392    60.5    49.2
396    57.7    48.1

Langkah-Langkah membuat grafik plot:
1. Pilih STat -> Time Series -> Time Series Plot
2. Series Diisi dengan Trade
3. OK
Lakukan langkah tersebut untuk series Food dan Metals
Sehingga diperoleh 3 grafik plot






Jika kita lihat, grafik yang menunjukkan terjadinya TREND adalah grafik dari Metals. Kalau pada trade terjadi musiman sehingga tidak bisa dianalisis dengan trend.

Kemudian data FOOD kita lakukan analisis trend, langkah-langkahnya:
1. Pilih Stat > Time Series > Trend Analysis
2. Pada kolom Variable masukkan Metals
3. Pada kolom Model Type, pilih Linier
4. Klik Generate Forecasts dan masukkan angka 12 pada Number of Forecast
5. Klik Storage
6. Pilih Fits (Trend Line), Residuals (detrended data), and Forecasts.
7. OK
Lakukan langkah tersebut untuk tupe Model Quadratic, Exponential Growth, dan S-Curve
Sehingga diperoleh 4 grafik dengan pendekatan model yang berbeda:





Untuk menentukan model terbaik kita melihat dari nilai MAPE:
Linier: 3,23143
Quadratic: 2,01120
Exponential: 3,15026
SCurve: 3,02577
Bisa terlihat bahwa nilai MAPE Quadratic terkecil, sehingga diambil kesimpulan bahwa model terbaik untuk Analisis Trend dari Food adalah Model Quadratic


Oleh: Arsyil Hendra Saputra
for Statistics Undip