Showing posts with label pangkalan bun. Show all posts
Showing posts with label pangkalan bun. Show all posts

Saturday, August 21, 2010

Wow Pangkalanbun Kota Langka Uang Receh

Dua atau satu tahun yang lalu kita mungkin masih melihat keberadaan uang receh di Pangkalanbun. Itu pun sudah tidak dalam bentuk satuan untuk yang seratus dan dua ratus rupiah uang receh. Orang pangkalan bun sudah biasa melinting dengan isolasi 5 pecahan seratus rupiah atau 2 buah dua ratus rupiah dan satu seratus rupiah. Tak lain agar menjadikan jumlah pecahannya menjadi lima ratus rupiah. Dan sekarang jangankan yang pecahan di bawah lima ratus rupiah, masyarakat Pangkalanbun sepertinya susah sekali memberi kembalian uang logam Rp500.

Sejak kembali dari Semarang 3 minggu ini, aku belum pernah sekalipun menerima kembalian uang receh logam Rp500. Termasuk uang 500 yang terdiri dari beberapa uang 100 atau 200 seperti yang kujelaskan tadi. Wow, terkejut tentunya sebab baru 2 tahun aku tidak berada di Pangkalanbun sudah seperti ini. Bahkan di toko sekelas minimarket atau toserba sama sekali tidak ada pengembalian receh. Malah di suatu ketika aku menerima kembalian dengan berakhiran Rp700, itu diganti dengan satu atau dua buah permen dan sebuah chocolatos.

Untuk fenomena pengembalian Rp500 diganti dengan kembalian permen memang sudah terjadi sejak dulu. Tapi dulu masih cukup ada nampak uang Rp500 baik lintingan pecahan atau logam. Jadi begini seolah bahwa nominal terendah di Pangkalanbun yang masih diterima adalah Rp1000.

Pelajaran pertama kalau membeli barang-barang di toko market belilah dengan uang pas atau membeli berbagai barang yang kembaliannya tidak lebih dari Rp500. Sebagai contoh jika jumlah pembelian anda Rp23.200, bisa jadi anda akan menerima kembalian uang 23ribu rupiah dan 3 buah permen dan satu chocolatos. Hahahaha. Nikmati itu!

Oleh Arsyil Hendra Saputra
21 Agustus 2010

Wednesday, February 3, 2010

Sama-Sama Kelahiran Pangkalanbun

rumah adat pangkalanbun
“sma2 kelahiran pangkalnbun” itulah bunyi judul dari sebuah pesan yang masuk ke facebook q tadi malam (03/01 /10) jam 21.26. Nama pengirimnya adalah Akhmad Hadi. Nama yang belum ada di daftar teman facebookku sebelumnya. Yang kemudian kutahu bahwa barusan ada permintaan teman dari nama itu. Lalu pesan itu kubuka dan kubaca.

“slam z waktu browsing nyri2 tentang p.bun ketemu blog..na kmu aQ seneng..coz kurang na informasi di p.bun membuat Qu sulit cari2 info na…terimakasih byak…atas blog…tilis lagi bro..tentang kota masni s Qita…(akhmad hadi)”

Balas:
“Iya betul di internet masi minim info ttg pbun. Slain itu blogger pbun blm byk. Mgkn krna slh stux sarana yg masi blm mudah d pbun. Skrg tgl dmn bang? Wah sy jg terimaksh kmbli sy trksan ad pmbaca blog sy yg ngasi tggapan d fb. Yg mn sy jd mrasa g sia2 ngeblog. Mhn srn n msuknx”

Yup emang bener, aku senang ada pembaca blogku yang berkirm tanggapan di facebookku. Apalagi ini tentang pangkalanbun. Karna sejak awal aku membuat blog ini salah satunya emang untuk menulis tentang pangkalanbun. Liat aja tuh motto blogku “Dunia Harus Tahu Bahwa Pangkalan Bun Ada”. Dan aku juga membuat blog khusus mengenai pangkalanbun yaitu di arsyil.blogdetik.com yang sudah memiliki komentar puluhan buah.

Tulisan ini kupersembahkan untuk blogku,
Semoga blog ini bisa menyenangkan hati para pengunjungnya, memberfikan tulisan yang berkualitas, pokoknya berguna lah.

Saturday, August 15, 2009

Resep Soto Manggala (Masakan Khas Pbun?)

Beberapa waktu lalu ada seseorang yang menanyakan mengenai resep dari Coto Manggala posting ini. Tulisanku itu awalnya berbicara mengenai makanan khas Pangkalanbun dan ada kusebutkan salah satu makanan khasnya adalah Soto Coto Manggala tetapi tidak kujelaskan lebih rinci. Oleh itu kali ini diriku akan menjelaskannya kebetulan Ibuku sering membuatnya.

Seperti namanya coto, makanan ini mirip soto kebanyakan tetapi berbeda pada bahan intinya. Bahan intinya adalah manggala, merupakan bahasa daerah untuk ketela. Penasaran? Kalau gitu dicoba aja. Di bawah ini adalah resep yang diturunkan oleh ibuku kepadaku.. (^_^)

Bahan-bahan yang perlu disiapkan:

  1. Ketela 1 kg

  2. Kaki ayam yang telah dipotong kecil-kecil (1 kaki dipotong 3 bagian) sebanyak ½ kg

  3. Daun Bombai 1 ons

  4. Seledri secukupnya

  5. Bawang goreng seperlunya

  6. Kayu manis 1 buah (10 cm)

  7. Royco rasa ayam

  8. Air 2 liter

  9. MSG secukupnya

  10. Bawang putih

  11. Merica

  12. Garam



Cara memasak:

  1. Siapkan racikan bumbu yaitu bawang putih, merica, dan garam diuleg

  2. Rebus ketela tetapi tidak sampai matang (setengah matang) setelah itu buang airnya

  3. Tambahkan air kembali, potongan-potongan kaki ayam, dan racikan bumbu yang telah diuleg tadi

  4. Kemudian tambahkan Royco, MSG secukupnya dan potongan bawang bombai

  5. Masak beberapa menit

  6. Dihidangkan dengan selesri dan bawang goreng seperlunya.

  7. Bereskan peralatan masak dan jaga kebersihan. ^_^



Itu tadi penampilan resep masakan Coto Mangala. Semoga bermanfaat. Dan jangan lupa ya kirim undangan kalu memasaknya. ^_^

=Arsyil=

Sunday, June 21, 2009

Makanan Khas Pangkalan Bun

Bingung rasanya kalau ada orang yang tanyakan mengenai yang satu ini. Apalagi kalau pas mau pulang kampung, “Syil, bawain oleh-oleh ya, makanan khas tempatmu apa?”. Nah lo, langsung berpikir keras di otakku. Alhasil emang aku gak tau. Belum pernah sih kutemui salah satu toko di Pangkalan Bun yang ada tulisan “Makanan Khas Pangkalan Bun”.


Ketika dulu di Pangkalan Bun aku belum pernah terpikirkan mengenai hal ini. Seingatku dulu waktu disana seringnya sih makan nasi kuning. Wah kalau nasi kuning sih semua daerah ada. Trus kalau kuenya yang paling sering adalah Wadai Bingka biasanya waktu bulan puasa. Kurang tau asalnya dari mana sepertinya bukan khas yang berasal dari Pangkalan Bun.

Kemarin aku sempat sedikit mengangkat isu Pangkalan Bun di facebook. Yah lumayan sih yang ikut berkomentar. Dan ada yang sempat menyebutkan mengenai makanan khas Pangkalan Bun. Ada yang menyebutkan (Maya AiNa) cencalu, tempuyak, sambal belacan,dan undang papai. Jujur sih aku kurang mengerti makanan-makanan itu. Cuma sepertinya makanan-makanan tersebut ada di setiap daerah-daerah di Kalimantan.

Tetapi ada juga yang bilang (Vian Novieana) bahwa Gangan Asam dan Torun Bakar merupakan makanan khas Pangkalan Bun. Kurang tau bentuknya yang bagaimana. Jadi kalau ada yang tau kasih tau aku donk. Dan mungkin ada yang tau di Pangkalan Bun dimana bisa cari makanan khas Pangkalan Bun?

Trus ada sih makanan yang sudah sering kumakan dan katanya emang dari pangkalan bun, yaitu coto manggala. Ibuku sering buat makanan itu. Sebenarnya kukira namanya soto manggala, kedengeran gitu sih. Rupanya coto. Tapi emang sih coto manggala mirip soto gitu. Coto manggala ini dominan oleh manggala alias singkong. Enak banget! Cuma aku gak tau di Pangkalan Bun bisa belinya dimana ya. Wah jadi kangen masakan ibuku..

Tulisan ini kupersembahkan dalam rangka “Dunia harus tau Pangkalan Bun ada!”.

Tuesday, June 16, 2009

Aku Rindu Pangkalan Bun

Tidak pantas rasanya kalau aku sebagai anak yang telah dibesarkan di Pangkalan Bun dari kecil hingga sekolah ketika besar sekarang kuliah di kota lain melupakannya (Pangakalan Bun). Jujur meskipun baru setahun (kurang) aku tidak disana lagi aku merindukan saat-saat ketika dulu masih di sana apalagi masa-masa ketika sekolah dulu.

Adalah SMA Negeri 1 yang telah menorehkan berbagai kenangan di hidupku. Bahkan banyak hal-hal ketika SMA dulu masih teringat jelas di pikiranku. Ketika masa MOS, ketika jadi siswa kelas X-E kemudian ikut organisasi di OSIS dan Drum Band, juga teman-teman kelas XI/XII IPA 2 dulu serta ketika masih “cinta monyet” dulu.

Juga tak lupa atas berbagai tempat yang sering kusinggahi dulu. Misalnya aja salah satunya adalah Bundaran Pancasila lebih tepatnya adalah “pi” (baca:pe i). “Pi” kependekan dari Pop Ice yaitu sebuah merek minuman blender (masa gak tau?). Yup benar, disana emang hobi paling sering adalah minum popice. Aku kadang kumpul bareng teman-temanku di sana. Sambil minum popice cerita-cerita. Asyik!

Juga yang tak lupa kurindu tentu rumahku. Kalau teman-teman mau ke Pangakalan Bun sempatkan mampir toh (kalau belum pindah). Rumahku terletak di Kelurahan Baru Jln Sukma Arya Ningrat Gg Somah. Terus tanya aja orang disekitar situ dimana rumahku. Loh kok aku malah promosi rumahku yak.

Sedikit promosi juga nih mengenai tempat-tempat wisata di Kabupatennya Pangkalan Bun yaitu Kotawaringin Barat (Kobar). Tau belum bahwa daerahku merupakan pusat dunia yang namanya orangutan yaitu di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Di sana terdapat tempat rehabilitasi orang utan internasional. Jadi tuh kalau kesana paling banyak terlihat adalah orang bule. Mereka tujuannya bermacam-macam, bisa cuma berwisata ataupun untuk penelitian. Yang pasti tuh orang bule yang sedang disana antusiasnya terhadapt orangutan lebih besar ketimbang wisatawan dari domestik Indonesianya sendiri. Padahal pusat orangutan dunia ada di Indonesia tapi kurang dimanfaatkan betul oleh orang Indonesia. Yang meneliti betul malah bersal dari asing. Yah semoga aja suatu saat banyak putra bangsa yang berminat meneliti sumber daya alam di negaranya. Yah kok aku malah sampai ke nasionalisme.

Kemudian kalau teman-teman cuma mau sekedar berwisata. Beberapa tempat wisata ini cukup perlu dikunjungi yaitu Pantai Kubu, Tanjung Keluang, dan Pantai Tanjung Penghujan. Kalu mau referensi lain coba aja nih baca-baca di rekan blogger Pradzt.

Friday, May 8, 2009

Album Kenangan Siswa Kelas XII SMA N 1 Pangkalan Bun (Bagian III)

Akhirnya posting dari Album Kenangan Siswa Kelas XII sampai bgian yang ketiga. Kuputuskan bahwa ini adalah bagian terakhir.. Kali ini aku membuatnya pagi hari. Biasanya kan malam hari, sehingga kalau dah ngantuk kutunda deh. Kalau belum baca yang bagian I dan bagian 2 silakan baca gih dulu. Klik ajah.

Oke ya, aku melanjutkan dari posting bagian kedua. Setelah itu pada lembar-lembar selanjutnya adalah profil kelas XII Bahasa.. XII Bahasa ini adalah kelas yang paling sedikit muridnya, yaitu sebanyak 14 orang saja. Meskipun begitu kelas yang hanya bisa dijumpai laki-laki sebanyak 6 orang ini bisa dibilang solid alias kompak. Dari tahun-ketahun memang XII Bahasa itu seperti itu. Mungkin dikarenakan jumlah mereka yang sedikit tersebut.

Dan akhirnya kelas XII IPA muncul, yaitu XII IPA 1 dan XII IPA 2. XII IPA 1 memiliki 37 orang siswa sedang XII IPA 2 sebanyak 34 orang siswa. Jika membicarakan antara kedua kelas ini khususnya yang laki-laki aku jadi teringat dengan pertandingan bola yang sering kami lakukan di belakang kantor BPD. Tepatnya sih di “tempatnya panjul” biasanya kami menyebutnya. Di halaman yang sebenarnya bukan tempat bermain bola itu kami setiap pekannya bertemu dan bertanding bola. Sampai saat ini akupun masih kangen dengan saat-saat itu. Jumlah laki-laki di XII IPA 1 lebih banyak daripada kelasku dan mereka badannya pada gede-gede. Meskipun begitu di kelasku, ada Rojan, Rico dan yusuf yang berbadan langsing tidak bisa di anggap remeh mereka adalah pemain lihai. Sedang yang berbadan gede yaitu Samuel dan Prana pun tak jarang menyusahkan pemain lawan. Apalagi Prana dengan seruduk maut dari badannya bisa menumbangkan siapa yang menghadangnya. Haha. Begiu pula dengan Putra, Alam, Iwan, julian (“panjul”) dan Safri, tak pernah mnyerah untuk menyerah untuk menciptakan gol yang akan membawa kelas kami menuju kemenangan. Sedangkan aku, yah kalau ada keberuntungan terkadang bisa ngegolkan juga sih. Hehe. Wah panjang banget, kayaknya perlu dibuat postingan khusus neh mengenai “tanding” bola ini. Pada intinya sih kedua kelas ipa ini sama-sama kuat, terkadang kelasku menang terkadang juga kelas XII IPA 1.

Selanjutnya bagian album kenangan ini adalah profil dari kelas XII IPS. XII IPS terdiri dari 3 kelas yaitu XII IPS 1 dengan jumlah murid 26 orang, XII IPS 2 dengan jumlah murid 28 orang, dan XII IPS 3 dengan jumlah murid 33 orang. Kalau dibilang lebih seru, kelas XII IPS sih iya. Secara, XII IPS kan orangnya gaul-gaul. Orangnya juga asyik-asyik. Mungkin bisa dibilang sekolah gak bakalan rame kalau gak ada yang namanya kelas XII IPS ini. Top abis deh XII IPS!

Sekian. Tuisan tentang “Album Kenangan Kelas XII” ini kupersembahkan untuk SMANSA P.Bun, semoga selalu di hati. Wassalam.

8 Mei 2009
Arsyil.

Artikel terkait:
Album Kenangan Kelas XII Bagian I
Album Kenangan Kelas XII Bagian II

Wednesday, May 6, 2009

Album Kenangan Siswa Kelas XII SMAN 1 Pangkalan Bun


Saat sedang mencari sesuatu di rak buku tak sengaja kubaca kover dari sebuah buku. Isi judulnya adalah “ALBUM KENANGAN SISWA KELAS XII SMA NEGERI-1 PANGKALAN BUN TAHUN 2007/2008. Buku yang beridentitas pemilik “ARSYIL HENDRA SAPUTRA” itu masih tampak bagus sebab disampul dengan sampul plastik. Sesaat setelah membaca kovernya seperti ada pemutaran video sangat cepat di kepalaku. Video yang isinya cerita-cerita dan keangan masa lalu. Masa aku masih sekolah di SMA N 1 Pangkalan Bun.

Baru buka kovernya langsung terbayang denan mabes OSIS alias markasnya anak-anak OSIS SMAN 1 P.Bun. Sebab di kovernya bagian bawah terpampang logo SMANSA. Lalu sangkut pautnya dengan Mabes OSIS apa? Hmm..sebab dulu seingatku di mabes OSIS dulu ada papan triplek besar berbentuk logo OSIS tersebut. Saking besarnya ketika pertama masuk mabes OSIS sering kelihatan. Entah sekarang masih di simpan di dalam mabes OSIS atau enggak tuh triplek bergambar logo SMANSA.

Kemudian pada halaman selanjutnya ada kata pengantar dari Pak Sayifudin sedangkan halaman selanjutnya adalah foto beliau (Fotonya satu halaman!). Beliau adalah kepala sekolah yang sering memanggilku “Orang besar”. Eiittss ada kronologisnya loh… Begini.. Namaku kan “Arsyil” sedang nama kecamatanku kan ”ARSEL”, jadi mirip dikit tuh. Namanya kecamatan kan gede tuh. Nah alhasil jadi panggilan aneh “Orang besar” -Tanya kenapa???-. tapi sekarang beliau dah tak menjabat kepala sekolah lagi di SMAN 1 Pangkalan Bun.

Halaman selanjutnya adalah empat buah foto dari para orang penting di sekolahku. Yup! Beliau beliau adalah para Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) yang pada waktu dulu menjabat. Yaitu ada pak Bahrudin (Wakasek Kurikulum). Beliau nih yang ngebantu aku nyangkutin di UNDIP. (Makasih banyak Pak Bahrudin!). Kemudian Bu Darlis Lintang (Wakasek Humas). Beliau ini juga mengajar bahasa indonesia saat aku kelas XII (rumahnya bagus loh! ^_^). Selanjutnya adalah Pak Akhmad Fauzan (Wakasek Kesiswaan). Jasa-jasa beliau ini di OSIS lumayan banyak. Sungguh banyak sekali pelajaran yang beliau berikan untuk saya ketika menjadi pengurus OSIS. Saya sangat menghormatinya.Dan foto keempat adalah Pak Ridwan (Wakasek Sarana dan Prasaran). Ketika kegiatan pengajian malam kamis di masjid sekolah tinggal sedikit yang datang, beliaulah yang cukup andil untuk membuat masjid kami ramai kembali. Saya juga suka dengan ceramah yang beliau sampaikan.

Duh dah dulu ya! Entar kusambung lagi deh. Dah malam nih…

=Arsyil=

Artikel terkait:
Album Kenangan Siswa Kelas XII Bagian II
Album Kenangan Siswa Kelas XII Bagian III

Album Kenangan Siswa Kelas XII SMANSA Pangkalan Bun (Bagian II)

Ini adalah posting lanjutan dari Album Kenangan Siswa Kelas XII yang bagian pertama. Jadi sebelumnya jika belum baca, silakan baca dulu gih… Biar nyambung geto.. Yah saya mulai aja buat ngelanjutin cerita tadi malam. Kalau gak salah karena saya ngantuk ya.

Lembar-lembar selanjutnya album tersebut diisi oleh profil-profil daru guru-guru SMANSA. Sebanyak 40 guru dan 5 orang staff ditampilkan. Setiap profil terdiri atas Nama, NIP, TTL, Agama, Alamat, Telp, Nama PT, Tahun lulus, dan pesan/Motto. Serta tak lupa foto-foto dari mereka.

Pada nomor ke-2 daftar profil guru-guru itu adalah Bu Tabita Tappi. Beliau adalah wali kelasku sejak kelas XI hingga kelas XII. Kelas IPA 2 gitu.. Namanya wali kelas pastinya memiliki kesan lebih terhadap anak didik di kelasnya. Termasuk aku. Apalagi disaat beliau wali kelas aku menjabat sebagai ketua kelas. Ditambah lagi beliau juga adalah guru matematikaku. Menurut pandanganku beliau itu mathematics banget. Sebab ketika aku akan mengikuti seleksi olimpiade matmatika beliau yang sering beri saran ke aku. Thanksku untuk ibu Tabita.

Wah masa kujelasin satu-persatu guru-gurunya. Beberapa aja ya. Profil-profil guru-guru disitu kulihat satu-persatu. Terutama adalah pesan/motto. Sebab dari motto yang beliau punya tersebut memang menunjukkan diri beliau. Tapi ada satu yang sedikit membuatku terpingkal. Adalah Pak Hari dengan mottonya menggunakan bahasa jawa. Begini mottonya : “Ono dino ono sego, ada hari ada nasi”. (hmmm…??)\

Ada seorang guru yang memiliki motto, “Raihlah selagi sempat. Gapailah selagi dapat. Lewati jalan yang bener ya…”. Adalah Bu Muawanah, guru kimiaku sejak kelas X. Istri dari Pak Bahrudin ini dulu pernah menjadi wali kelasku. Yaitu saat aku kelas X. Beliau adalah guru idolaku, sebab cara ngajarnya enak, mudah dimengerti, sabar dan santun, tidak pernah marah, dan bijaksana. Ada satu peristiwa yang masih kuingat sampai sekarang ketika beliau jadi wali kelasku. Pada waktu itu pembagian laporan hasil belajar mid semester dan orang tua datang ke sekolah. Hari itu aku gak nyangka kalau beliau bakal bertanya ke Ibuku yang datang pada waktu itu mengenai bayaran sekolah yang belum lunas sampai bulan itu. Akhirnya aku malu sekali saat itu. Sebab sebenarnya orangtuaku sebelumnya sudah beri aku uang buat melunasinya tapi kuselewengkan. Hehe.

Lanjutannya besok lagi ya…

=Arsyil=

Artikel terkait:
Album Kenangan Siswa Kelas XII Bagian I
Album Kenangan Siswa Kelas XII Bagian III

Saturday, April 25, 2009

SMAN 1 P.Bun Yang Lolos PSSB UNDIP Belum Meningkat

Waktu itu aku diajak salah satu temanku untuk melihat pengumuman penerimaan Mahasiswa lewat jalur PSSB. Jadi tidak ada salahnya aku mencoba tau berapa banyak adik kelasku yang tahun ini diterima PSSB UNDIP.


Ketika kulihat yang pertama kali adalah sederet nama yang diterima di FK (Fak.Kedokteran). Kali bah ada. Trus kulihat nama-nama lainnya yang fakultas lain. Dan alhasil ada sebanyak tiga orang yang tercantum pada papan pengumuman di sore hari itu. Kayanya sih cuma segitu rencana nanti aku maumelihat hasil yang pastinya di internet. Dan sama seperti di situs UNDIP-nya emang cuma tiga orang. berikut ketiga orang tersebut:
- Hidayatul Ummah, Prodi Matematika FMIPA.
- Ach Yusuf Fandy N, Prodi Teknik Arsitektur FT.
- Aria Wirawan, Prodi Teknik Sipil FT.
Dapat di lihat disini

Jadi teringat satu tahun yang lalu. Yaitu saat lagi di warnet cari tahu siapa yang diterima PSSB UNDIP. Masih teringat jelas di pikiranku ketiga nama ini:
- Arsyil Hendra Saputra, Prodi Statistika FMIPA.
- Ardhi Harpo, Prodi...duh lupa. Dia gak diambil sih.
- Wulandari Hastuti, Prodi Administrasi Publik FISIP.
Selanjutnya dari ketiga nama itu cuma aku dan Wulan yang meneruskan. Ardhi gak diambil.

Yah semoga tahun ini ketiganya diambil. Sebab di UNDIP masih sedikit sekali anak SMAN 1 Pangkalan Bun. Bahkan di kampusku FMIPA gak ada selain aku. Dan harapan mendatang juga supaya bertambah anak SMAN 1 Pangkalan Bun yang diterima di UNDIP. Semangat! Terus Berjuang dan raih cita-cita kita!

Aku ucapkan selamat kepada yang telah diterima di UNDIP lewat PSSB, utul, fandi, dan Aria. Ayo semangat!

=Arsyil=

Saturday, March 7, 2009

SMA NEGERI 1 PANGKALAN BUN

Gimana yah kabarnya si dia..? (Ceile...) Dah lama nih meninggalkannya..(ehem-ehem..) Emang sih sebulan yang lalu ketemu bentar ama dia. Yah agak puas sih, tapi masih berharap suatu saat bisa ketemu dia lagi gitu... Abisnya hatiku dah menyatu ama dia ...
SMAN 1 Pangkalan Bun
Nah lo, maksudku sekolahku loh.... Dah setengah tahun aku pergi dari sono buat kuliah di Semarang. Kangen banget aku ma sekolahku! Tapi alhamdulillah liburan semester bulan januari lalu aku pulang ke pangkalan bun dan ga lupa mampir ke sekolahku. Rasanya gimana gitu, ga terasa yah sekarang aku dah ga disitu lagi. Alhamdulillah guru-guru masih baik-baik. Hehe. Maksudku kaya masih sekolah aja. Mereka masih dekat seperti dulu. Jadi ingat masa SMA dulu... T_T


Harapanku sih setelah aku lulus dari sono dan semakin bertambah waktu lagi tuh sekolah jadi semakin lebih baik lagi! Harus! Ayo SMAku! SMA N 1 Pangkalan Bun is the best! Semangat! Dan suatu saat jangan sampai ngelupain alumninya ya. Eh salah, yang bener kan alumni jangan ngelupain sekolahnya dulu. yah dua-duanya lah.

Ohya temen-temen alumni sekedar informasi kunjungi ya blognya... klik di sini


=Arsyil=

Wednesday, February 11, 2009

PESAN BUAT ANAK PANGKALAN BUN

Oh kakak2, dan tmn2 yang sekarang di jawa. Yang lagi studi di semarang, jogja, bandung, jakarta, dsb, satu pesan dariku jangan ngelupain pangkalan bun! Oke??
Tunjukkan rasa terima kasihmu yang telah digembleng ilmu di SMPN1, SMAN1, ato sklh lain d pbun! Tunjukkan bahwa gelar sarjana yang akan kamu dapat berguna bagi kotamu! Siapa lagi yang bercita2 memajukan kota kita, pangkalan bun, selain kita sendiri?? So, satu kata tanamkan dalam hati, "Dunia harus tau bahwa pangkalan bun ada!"
terima kasih.
by arsyil

Dunia harus tau pangkalan bun ada!

Sejak kecil saya sudah tinggal di Pangkalan Bun. Tapi sekarang saya sedang kuliah di undip semarang. Bagi temen2 yg sedang studi di jawa tentunya pasti kangen banget dengan suasana Pangkalan Bun dulu. Masa2 SMP, apalagi SMA. Banyak kenangan yang telah ditorehkan pangkalan Bun di hati kita. Oleh itu, sebagai pemuda yang mencintai pbun janganlah melupakan pbun kelak. Majukan tuh daerah kita!

Perlu diketahui bahwa sekarang pangkalan Bun dah berkembang pesat loh (beberapa bilang sih atas kepemimpinan pemerintah kabupaten sekarang, -makasih pak ujang-). Jalan yang dulunya jelek dan sempit, sekarang bagus dan diperlebar. Bangunan pemerintah yang dulu kecil dan usang, sekarang direhab dan ditata. Sekarang pbun juga dah ada universitas juga, namanya universitas antakusuma di depan pom bensin bundaran pancasila. Dulu yg kalo ke kotawaringin pake jalur air, sekarang dah bisa lewat darat (jembatannya di kampung baru, -pemandangan di atas jembatan indah banget loh-).

Bahkan dah ada pangkalan bun park, di daerah bundaran pancasila. Trus katanya juga bandara kita, mau ada jalur ke balinya. Waw. Wah bahkan sebenarnya pbun tuh cocok sebagai ibukota provinsi. (jika ada yg nanya apakah setuju dibentuk provinsi kotawaringin saya salah orang yang bilang YES!). Cuma kurangnya satu aja sih, yaitu ga terkenal. Sampit karena dulu ada tragedi kerusuhan makanya dikenal semua orang.

Oleh itu, cita-citakan dalam diri bahwa "Suatu saat dunia harus tau bahwa pangkalan bun ada!" Oke semua?? Dan katakan dalam hati "i will back to you, pangkalan bun!".
HIDUP PANGKALANBUN!