Menurut kamus besar bahasa Indonesia, demonstrasi adalah pernyataan protes yg dikemukakan secara massal atau unjuk rasa. Dan menurut wikipedia, demonstrasi atau unjuk rasa adalah sebuah gerakan protes yang dilakukan sekumpulan orang di hadapan umum. Unjuk rasa biasanya dilakukan untuk menyatakan pendapat kelompok tersebut atau penentang kebijakan yang dilaksanakan suatu pihak atau dapat pula dilakukan sebagai sebuah upaya penekanan secara politik oleh kepentingan kelompok. Sedangkan arti dari Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi atau universitas. Jadi berdasarkan arti kata, demonstrasi mahasiswa adalah sebuah pernyataan atau gerakan protes yang dilakukan oleh sekumpulan mahasiswa atau orang yang belajar di perguruan tinggi.
Kemudian jika kita jabarkan lagi subkata dari kata mahasiswa, yaitu kata maha dan siswa. Maha berarti besar/tinggi dan siswa adalah pelajar/ orang yang mempelajari sesuatu. Maka artinya bahwa mahasiswa adalah orang terpelajar yang derajatnya lebih tinggi dari lainnya. Yang mana idealnya merupakan seseorang yang telah matang akal dan pikirannya, dan tau benar baik dan buruk. Sehingga jika kita kembali kepada arti demonstrasi mahasiswa, berarti merupakan demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa yang mana tentu apa yang dilakukannya adalah untuk sesuatu yang baik.
Namun selama ini, justru sebaliknya. Demonstrasi mahasiswa terdengar sesuatu yang negatif, lekat sekali dengan anarkis, brutal, merugikan, bikin macet jalan, dan lain sebagainya. Yang pasti di mata orang tua demonstrasi mahasiswa membuat jantungnya berdegub deg-degan keras apabila tau anaknya adalah salah seorang diantaranya. Takut hal buruk terjadi pada anaknya yang sedang belajar di bangku perguruan tinggi itu. Bagi pemakai kendaraan, demonstrasi menjadi momok yang mengesalkan, karena sering kali membuat lalu lintas terganggu dan atau macet. Dan tentu pula bagi masyarakat sekitar tempat dilakukannya demo, khawatir aksi yang dilakukan ricuh dan berakhir dengan rusaknya beberapa fasilitas umum bahkan mungkin fasilitas milik pribadi masyarakat. Dan mungkin masih banyak lagi pihak yang menganggap demonstrasi mahasiswa sebagai momok yang tak ingin terjadi.
Showing posts with label artikel. Show all posts
Showing posts with label artikel. Show all posts
Monday, November 30, 2009
Wednesday, July 15, 2009
JADWAL PERTANDINGAN MU LAWAN TIMNAS INDONESIA

Hayo sudah tau belum kapan si “Setan Merah” yaitu Manchester United (MU) datang ke Indonesia? Kalau belum tau kuberitau. :D Jangan lupa nonton ya…! Kalau perlu tebak-tebakan hasil pertandingannya yo… Kalau aku sih hasil 0-0 sudah merasa cukup. Semangat! Nih dia jadwalnya :
MANCHESTER UNITED (MU) VS INDONESIA - ALL STAR
20 JULI 2009 PUKUL 20.00
20 JULI 2009 PUKUL 20.00
Artikel terkait sebagai berikut:
Berdasarkan keterangan Direktur Bidang Bisnis dan Marketing PSSI, Herman Chaniago, kehadiran klub raksasa Inggris, Manchester United, ke Indonesia akan digelar lebih cepat empat hari dari jadwal semula yakni pada 20 Juli 2009.
Majunya jadwal tersebut atas permintaan langsung dari pihak MU dan dijadwalkan Cristiano Ronaldo cs hanya tiga hari saja di Indonesia.
"Rombongan MU akan tiba di tanah air pada 18 Juli. Setelah menyelesaikan rangkaian kunjungannya di Indonesia selama tiga hari, mereka akan bertolak ke Malaysia, guna melanjutkan turnya di Asia," jelas Herman seperti dilansir goal.com, Kamis (16/4).
Awalnya, tim arahan Sir Alex Ferguson itu akan datang ke Indonesia pada 24 Juli. Atas permintaan MU, akhirnya jadwal dimajukan.
Untuk calon lawan yang akan dihadapi MU nanti, Herman menjelaskan sebanyak 480 pemain yang berlaga di pentas Liga Super Indonesia (LSI) akan menjadi nominator yang akan dipilih masyarakat Indonesia melalui pesan singkat (SMS) hingga 10 Juli mendatang.
Hasil polling akan menentukan 22 pemain yang akan berlaga sang juara bertahan Liga Inggris tersebut. Namun hingga kini, PSSI belum membuka nomor polling sms tersebut.
Berikut Jadwal MU ke Indonesia:
18 Juli 2009: Mendarat di Jakarta
19 Juli 2009: Mencoba Lapangan SUGBK, Jakarta
20 Juli 2009: Bertanding melawan All Star Liga Super Indonesia
21 Juli 2009: Bertolak ke Malaysia
Sumber : www.biangbola.com
Artikel mengenai sejumlah kegiatan mu tersebut:
Manchester United akan melakoni Tur Asianya musim ini dengan menyambangi empat negara. Selama lima hari, 'Setan Merah' akan menghabiskan waktu di Indonesia; lebih lama dari negara lain.
Hal itu kembali ditegaskan oleh Ketua LOC Tur MU ke Jakarta Agum Gumelar kepada wartawan di Kantor Sekretariat LOC, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2009) sore WIB. Dikatakannya, MU akan tiba di Jakarta pada tanggal 18 Juli malam hari di Bandara Halim Perdanakusuma.Usai turun dari pesawat, mereka akan langsung disambut oleh pihak panitia dan PSSI.
Usai mendapat acara penyambutan itu, bakal ada 4-5 bus yang menjemput rombongan MU yang kemudian akan membawa mereka untuk menuju tempat menginapnya selama di Jakarta, Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan.
Keesokan harinya atau tanggal 19, MU akan melakukan dua kali sesi latihan, program tanam pohon dan coaching clinic. Sebelum sesi latihan pertama pada pukul 10.00 WIB, pemain MU akan ikut serta dalam program Departemen Kehutanan yaitu 'Satu Orang Satu Pohon' selama 30 menit di sekitar wilayah SU GBK, dimulai dari Pintu Barat di depan Gedung TVRI.
Sesudah sesi latihan pertama, direncanakan bakal ada coaching clinic bagi 60 anak-anak dari Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Jabodetabek selama 30 menit. Pada sore harinya, yakni pukul 18.00 WIB, Sir Alex Ferguson beserta Wayne Rooney dkk akan menjalani sesi latihan keduanya dan bersifat tertutup bagi publik.
Pada hari Senin atau tanggal 20 Juli tepat pukul 20.00 WIB, MU akan melakukan kick-off laga persahabatan melawan Indonesia All Star, yang dikabarkan akan memperebutkan sebuah piala yang belum diumumkan namanya.
Dalam rentang tanggal 19-20 Juli, di wilayah stadion GBK juga diadakan sebuah Fun Fest atau pagelaran hiburan bagi para penonton. Tak hanya itu, dikabarkan tiga buah giant screen atau layar besar serta 20 tv plasma juga turut meramaikan lingkungan stadion.
Sehari sesudahnya, para pemain MU akan menjalani hari bebas untuk menyelami kota Jakarta, yang tentunya akan mendapat pengawalan ketat dari pihak keamanan LOC. Kemudian, pada tanggal 22 Juli pukul 10.00 WIB, mereka akan meninggalkan ibukota untuk bertolak ke Korsel.
Sumber: mu.detiksport.com
Friday, July 10, 2009
Quick Count Alias Perhitungan Cepat Pemilu

Quick count adalah metode perhitungan secara cepat hasil pemungutan suara dalam suatu pemilihan umum dengan menggunakan sejumlah TPS (Tempat Pemungutan Suara) sebagai unit sampel. Dengan quick count, hasil perhitungan suara bisa diketahui secara cepat, yaitu hanya dua sampai tiga jam setelah perhitungan suara di TPS ditutup.
Kecepatan ini bisa didapat karena dalam quick count kita tidak menghitung suara dari semua TPS (yang jumlahnya mencapai ratusan ribu TPS), namun cukup dengan sejumlah kecil TPS sebagai sampel. Inilah salah satu sumbangan penting ilmu pengetahuan, terutama statistik ke dalam dunia politik. Jika penarikan sampel dilakukan dengan benar dan prosedur pencatatan dipatuhi dengan baik, hasil quick count akan sama dengan hasil perhitungan suara di seluruh TPS meski hanya memakai sejumlah TPS sebagai sampel.
Saat ini quick count dipakai untuk mengatasi lambannya perhitungan suara yang dilakukan penyelenggara pemilu. KPU/KPUD biasanya akan mengumumkan hasil pemilu/pilkada beberapa hari atau bahkan beberapa minggu kemudian. Padahal kepastian hasil siapa yang menang dalam Pemilu atau Pilkada penting diketahui secepat mungkin oleh publik. Selama masa menunggu hasil akhir diumumkan KPU/KPUD, biasanya tensi politik akan terus tinggi. Keberadaan quick count bermanfaat untuk mendinginkan tensi politik itu.
Hasil quick count juga penting artinya di negara-negara dimana independensi penyelenggaraan pemilu diragukan. Hasil quick count bisa dijadikan pembanding dengan hasil yang diumumkan penyelenggara pemilu. Jika terdapat perbedaan yang signifikan, mungkin kita bisa mengatakan telah terjadi manipulasi perhitungan suara yang dilakukan penyelenggara pemilu.
Sebaliknya, hasil quick count bisa menjadi bencana bagi masyarakat jika tidak dilakukan dengan metodologi yang tepat dan pengorganisasian relawan yang baik. Seperti yang pernah terjadi pada beberapa Pilkada, hasil quick count yang berbeda-beda dari berbagai lembaga survei menjadi memicu perselisihan antar pendukung kandidat karena saling mengklaim sebagai pemenang Pilkada.
Hasil quick count punya dampak politik besar. Politisi, kandidat, media hingga masyarakat umum akan menunggu hasil quick count. Karena itu, quick count harus dilakukan dengan benar. Jika quick count dilakukan secara salah, dengan metodologi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, quick count justru bisa menimbulkan “masalah” baru.
Saturday, June 6, 2009
Mungkinkah Indonesia Melakukan Perang Dengan Malaysia?
Terlalu sering akhir-akhir dekade ini Malaysia mencoba memecah kedaulatan NKRI. Yaitu dengan mencoba mencaplok kembali sebuah pulau di Indonesia yaitu ambalat! Mereka rupanya belum puas hanya mengambil Sipadan dan Ligitan dari Nusantara. Lalu patutkah Indonesia diam padahal sudah jelas kelakuan buruk malaysia?
Ratusan kali sudah kapal-kapal Malaysia mencoba masuk perairan Indonesia. Suatu sikap yang tak hormat sekali. Padahal seandainya ada kapal Indonesia sekiranya hendak lewat perbatasan perairan mereka dengan enaknya mereka menembaki kapal Indonesia. Padahal itu masih di perairan Indonesia! Terkutuk Malaysia! Sungguh demi kedaulatan NKRI aku berani berdiri paling depan dalam mendukung Indonesia jikalau perang terjadi.
Paham perang dan damai yang dianut Indonesia secara tersirat dan tersurat terdapat pada Pembukaan UUD 1945. Para pejuang dan pemimpin bangsa berkali-kali menegaskan bahwa Indonesia cinta damai tetapi lebih cinta kemerdekaan. Makna dari pernyataan itu adalah bahwa bangsa Indonesia tidak menyukai/ mengagungkan perang tetapi menginginkan. Perang merupakan jalan terakhir yang ditempuh dalam suatu sengketa. Perang kalau harus dilakukan hanya untuk mendapatkan dan mempertahankan kemerdekaan.
Kekuatan perang yang dimiliki Indonesia tidak ditujukan untuk menaklukkan/ menguasai negara lain, tidak untuk invasi, tetapi untuk menjaga keutuhan NKRI. Pada prinsipnya Indonesia tidak menganut pandangan geopolitik ekspansionis. Indonesia menganggap bangsa lain sebagai mitra atau tetangga yang dapat hidup rukun dan bekerjasama untuk kemajuan bersama. Semua bangsa di dunia adalah sama sederajat, sehingga penjajahan dan penindasan harus dihapuskan di muka bumi untuk perdamaian dan kesejahteraan umat manusia. (Wilujeng, Sri rahayu. 2008. Geopolitik dan geostrategi Indonesia)
Wednesday, May 20, 2009
Mitos Cincin Kawin Ditaruh di Jari Manis
Artikel ini saya baca secara tidak sengaja dari suatu blog. Sebenarnya Cuma disuruh mengikuti beberapa langkah-langkah. Setelah saya membacanya sampai habis saya ketawa geli sendiri dalam hati sebab hikmah yang terkandung ada benarnya juga sih. Penasaran bukan? Ini benar-benar ajaib! Ikuti langkah-langkah berikut:
1. Pertama, tunjukkan kedua telapak tangan Anda
2. Sudah? Lalu tekuk/lipat jari tengah ke dalam.
3. Kemudian empat jari lainnya pertemukan (antartelapak tangan).
4. Yup, nih permainan dimulai, nama permainannya “5 pasang jari tapi 1 tak terpisahkan”.
5. Mulai dengan membuka jari ibu Anda, ibu jari mewakili orang tua, ceritanya nih ibu jari bisa dibuka maksudnya bahwa orangtua kita suatu hari nanti akan meninggalkan kita.
6. Tutup kembali jari ibu Anda, kemudian buka jari telunjuk Anda, jari telunjuk mewakili kakak dan adik Anda. Mereka memiliki keluarganya sendiri, jadi mereka juga akan meninggalkan kita.
7. Selanjutnya tutup jari telunjuk Anda, lalu bukalah jari kelingking Anda, jari kelingking mewakili anak-anak. Cepat atau lambat anak-anak kita juga akan meninggalkan kita karena harus berkeluarga sendiri.
8. Yang terakhir, tutuplah jari kelingking anda, dan cobalah membuka jari manis Anda (tempat cincin kawin ditaruh). Anda akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka..
1. Pertama, tunjukkan kedua telapak tangan Anda
2. Sudah? Lalu tekuk/lipat jari tengah ke dalam.
3. Kemudian empat jari lainnya pertemukan (antartelapak tangan).
4. Yup, nih permainan dimulai, nama permainannya “5 pasang jari tapi 1 tak terpisahkan”.
5. Mulai dengan membuka jari ibu Anda, ibu jari mewakili orang tua, ceritanya nih ibu jari bisa dibuka maksudnya bahwa orangtua kita suatu hari nanti akan meninggalkan kita.
6. Tutup kembali jari ibu Anda, kemudian buka jari telunjuk Anda, jari telunjuk mewakili kakak dan adik Anda. Mereka memiliki keluarganya sendiri, jadi mereka juga akan meninggalkan kita.
7. Selanjutnya tutup jari telunjuk Anda, lalu bukalah jari kelingking Anda, jari kelingking mewakili anak-anak. Cepat atau lambat anak-anak kita juga akan meninggalkan kita karena harus berkeluarga sendiri.
8. Yang terakhir, tutuplah jari kelingking anda, dan cobalah membuka jari manis Anda (tempat cincin kawin ditaruh). Anda akan heran karena jari tersebut tidak akan bisa dibuka..
sumber: aneh22.blogspot.com
Friday, May 15, 2009
Gumamku Tentang Tukang Parkir
Salah satu yang menjadi sorotanku terhadap Semarang adalah banyak terdapat tukang parkir. Mereka bertaburan di depan toko-toko, swalayan, bahkan ada Masjid yang ada tukang parkirnya juga. Tiak kumasalahkan sih bagi tukang parkir di kawasan yang ramai misalkan di pasar johar atau simpang lima. Sebab memang kehadiran tukang parkir berguna. Di kawasan yang padat lalu lintas tersebut perlu adanya bapak tukang parkir guna menata kendaraan yang singgah.
Tetapi aku sih rada komplain beberapa hal tentang tukang parkir. Yang pertama adalah tukang parkir yang selayak preman dan mungkin ilegal. Tentunya kita sepakat bahwa kita kurang senang dengan tukang parkir yang meminta uang kepada kita agak memaksa. Ditambah lagi wajahnya itu loh yang kelihatan sangar, yah seperti preman gitu. Terasa takut deh seolah kita akan dihajar kalau tidak membayar. Sebaiknya jangan dibayangkan ya! Kalau aku sebenarnya malas banget dengan tukang parkir seperti ini. Seharusnya ketika “melayani” mereka harus ramah dan santun kalu perlu tidak lupa senyuman sehingga pemilik kendaraan tidak segan memarkirkan kendaraannya disitu kembali. Betul tidak?
Yang kedua adalah mengenai pelayanannya. Teorinya kan mereka menjual jasa dan mereka dibayar. Jasa disini tentu adalah selain menjaga kendaraan dari si pemilik plus menatanya agar rapi dan juga di akhir mengantar pemilik beserta kendaraannya selamat kembali jalan. Jadi kalau si tukang parkir ini tidak melakukan apa-apa alias cuma berdiam melihat sampai si pemilik kendaraan selesai dengan kepentingannya dan di akhir cuma mengharap imbalan berupa uang sungguh bisa dibilang tidak proporsional dengan uang yang dibayarkan. Seharusnya “kepuasan pelanggan” yang diterapkan pada berbagai pekerjaan berupa menjual jasa, juga diterapkan pada pekerjaan tukang parkir ini.
Contoh realnya di Semarang adalah di wilayah menuju kampus Universitas Diponegoro (UNDIP). Yaitu sepanjang jalan dari patung kuda Ngesrep hingga Tembalang. Di sepanjang jalan tersebut baik pagi maupun malam banyak sekali tukang parkir baik di depan toko, warteg, maupun ATM. Sepertinya sudah seperti terorganisir gitu. Jadi ada pembagian wilayah masing-masing tukang parkir.
Dua komplain yang kupaparkan diatas sering sih kutemui. Cuma paling sering kugumami adalah jumlah yang banyak itu loh. Jadi misalnya kita mau membeli sesuatu ke sebuah toko yang ada tukang parkir cuma sebentar karena barang yang kita cari gak ada dan kita tetap bayar parkir, sehingga kalau banyak toko kita singgahi tapi barang yang kita cari belum dapat abis tuh duit kita Cuma buat parkir. Kasihan deh gue..
Oh iya tetapi aku pernah lihat tukang parkir yang benar-benar ideal banget deh. Yaitu di depan warung bakso urat di ujung utara gang Tunjungsari, Tembalang. Aku lupa namanya. Disitu ada seorang tukang parkir tetap. Beberapa waktu yang lalu aku pernah mampir disitu. Baru sampai di depan warung tersebut, tukang parkir itu langsung menata kendaraanku, dirapikan sesuai kendaraan yang lain. Terlihat ulet sekali dan tidak ada berdiam diri dalam melakukan pekerjaannya itu. Bahkan ada satu hal yang membuatku kagum. Dia juga membersihkan kendaraan yang ada disitu dengan lap kain ulet banget termasuk motorku. Pada waktu itu memang suasanyanya agak hujan. Dalam hati aku bergumam, “Coba seandainya semua tukang parkir seperti itu ya”.
=Arsyil=
Tetapi aku sih rada komplain beberapa hal tentang tukang parkir. Yang pertama adalah tukang parkir yang selayak preman dan mungkin ilegal. Tentunya kita sepakat bahwa kita kurang senang dengan tukang parkir yang meminta uang kepada kita agak memaksa. Ditambah lagi wajahnya itu loh yang kelihatan sangar, yah seperti preman gitu. Terasa takut deh seolah kita akan dihajar kalau tidak membayar. Sebaiknya jangan dibayangkan ya! Kalau aku sebenarnya malas banget dengan tukang parkir seperti ini. Seharusnya ketika “melayani” mereka harus ramah dan santun kalu perlu tidak lupa senyuman sehingga pemilik kendaraan tidak segan memarkirkan kendaraannya disitu kembali. Betul tidak?
Yang kedua adalah mengenai pelayanannya. Teorinya kan mereka menjual jasa dan mereka dibayar. Jasa disini tentu adalah selain menjaga kendaraan dari si pemilik plus menatanya agar rapi dan juga di akhir mengantar pemilik beserta kendaraannya selamat kembali jalan. Jadi kalau si tukang parkir ini tidak melakukan apa-apa alias cuma berdiam melihat sampai si pemilik kendaraan selesai dengan kepentingannya dan di akhir cuma mengharap imbalan berupa uang sungguh bisa dibilang tidak proporsional dengan uang yang dibayarkan. Seharusnya “kepuasan pelanggan” yang diterapkan pada berbagai pekerjaan berupa menjual jasa, juga diterapkan pada pekerjaan tukang parkir ini.
Contoh realnya di Semarang adalah di wilayah menuju kampus Universitas Diponegoro (UNDIP). Yaitu sepanjang jalan dari patung kuda Ngesrep hingga Tembalang. Di sepanjang jalan tersebut baik pagi maupun malam banyak sekali tukang parkir baik di depan toko, warteg, maupun ATM. Sepertinya sudah seperti terorganisir gitu. Jadi ada pembagian wilayah masing-masing tukang parkir.
Dua komplain yang kupaparkan diatas sering sih kutemui. Cuma paling sering kugumami adalah jumlah yang banyak itu loh. Jadi misalnya kita mau membeli sesuatu ke sebuah toko yang ada tukang parkir cuma sebentar karena barang yang kita cari gak ada dan kita tetap bayar parkir, sehingga kalau banyak toko kita singgahi tapi barang yang kita cari belum dapat abis tuh duit kita Cuma buat parkir. Kasihan deh gue..
Oh iya tetapi aku pernah lihat tukang parkir yang benar-benar ideal banget deh. Yaitu di depan warung bakso urat di ujung utara gang Tunjungsari, Tembalang. Aku lupa namanya. Disitu ada seorang tukang parkir tetap. Beberapa waktu yang lalu aku pernah mampir disitu. Baru sampai di depan warung tersebut, tukang parkir itu langsung menata kendaraanku, dirapikan sesuai kendaraan yang lain. Terlihat ulet sekali dan tidak ada berdiam diri dalam melakukan pekerjaannya itu. Bahkan ada satu hal yang membuatku kagum. Dia juga membersihkan kendaraan yang ada disitu dengan lap kain ulet banget termasuk motorku. Pada waktu itu memang suasanyanya agak hujan. Dalam hati aku bergumam, “Coba seandainya semua tukang parkir seperti itu ya”.
=Arsyil=
Partai, Atas Nama Rakyat Atau Untuk Kekuasaan?
Ayo donk kurangi apatisme partainya, dan menuju satu tujuan utama demi perubahan Indonesia. Indonesia kudu bangkit!

Seperti yang telah kita ketahui bahwa partai politik yang mengikuti pileg tahun ini cukup banyak alah sebanyak 48 partai. Apa sih sebabnya ini? Perpecahan partai? Atau karena alasan yang positif, yaitu menyampaikan kehendak politik dari masyarakat yang tidak seideologi dengan partai yang ada? Ataukah… karena mengincar kursi di DPR? Kalimat terakhir ini sempat kurenungkan ketika pertama kali tahu bahwa partai politik yang ada sebanyak itu.
Alhasil, eh ternyata tahun ini dikeluarkan peraturan yang mensyaratkan kepada partai politik harus memperoleh jumlah suara lebih dari 2,5% agar mendapatkan kursi di DPR. Sehingga bagi partai-partai kecil alias kurang dikenal berupaya keras untuk dapat mencapai target tersebut. Dan ternyata di akhir cerita (pengumuman hasil pileg dikeluarkan KPU), hanya 9 partai yang memenuhi target tersebut. Mau kemana 39 partai lainnya? Namun bagaimana cerita selanjutnya 9 partai yang berhasil menuju stage selanjutnya?
Sudah menjadi rahasia umum bahwa semua partai manyatakan bahwa, “semua demi rakyat”. Kalau emang benar begitu mana tuh buktinya? Mendekati pilpres partai-partai malah sibuk hanya sibuk bermanuver politik. Terkesan para elite politik hanya mementingkan kepentingan partai dibanding kepentingan rakyat. Sebagai contoh adalah beberapa waktu lalu sebelum pileg janji-janji partai kepada rakyat indonesia dielu-elukan. Dan sekarang mana, dah lupa mereka atas janji yang mereka ikrarkan sendiri. Yang ada adalah mereka hanya bekerja keras agar partainya mendapat posisi/kekuasaan di pemerintahan.
Untuk menjatuhkan lawan yang lain cara tidak bijak pun sering dilakukan. Seperti anak kecil yang sedang berantem, mereka saling “sindir-menyindir” satu sama lain. Kalau demi rakyat indonesia apa salahnya kalau mereka saling bergandeng tangan, bersahabat satu-sama lain demi mencapai satu tujuan, “Indonesia maju”. Jangankan atartiap partai, antarpartai yang se-ideologi aja tidak mau bersatu. Kapan nih indonesia bersatu kalau begini terus. Bung saya sudah bosan menunggu Indonesia berubah… Ayo donk kurangi apatisme partainya, dan menuju satu tujuan utama demi perubahan Indonesia. Indonesia kudu bangkit! Arsyil.
Saturday, May 2, 2009
Menelaah Pendidikan Malaysia Dibanding Indonesia -By Arsyil
Tulisan ini saya buat dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARPIDNAS), 2 Mei 2009. Semoga menjadi koreksi bagi perkembangan pendidikan di Inonesia. Namun dalam hal ini saya akan menitikberatkan mengenai perbandingan antara sistem pendidikan negara kita dengan negara lain. Tak perlu muluk-muluk membandingkan dengan negara maju seperti Amerika atau Jepang, cukup kita telaah saja dengan negara tetangga dekat kita yaitu Malaysia. Pantaskah kita percaya diri bahwa kita lebih baik? Berikut hal yang harus kita pertimbangkan.
Dari referensi yang saya dapat ternyata bahkan dari sistem pendidikan yang terbawah (SD) hingga yang perguruan tinggi (universitas), Malaysia mempunyai nilai “lebih” dari kita. Di Malaysia negara sepenuhnya mendukung pembangunan pendidikan, baik dari sistem maupun dari sarana dan prasarana.
Di malaysia, ketika sebuah keluarga memiliki seorang anak maka orang tuanya wajib mendaftarkannya di sekolah rendah (Indonesia=SD) satu tahun sebelum masa sekolah. Hal ini dimaksudkan agar adanya kepastian bahwa anaknya mengikut pendidikan wajib. Di Malaysia masa persekolahan sekolah rendah adalah 7-12 tahun. Jadi saat seorang anak sudah berumur 6 tahun, jika orang tua belum mendaftarkannya ke sekolah rendah maka akan dikenakan sanksi undang-undang. Orang tua akan dikenakan denda max RM 5000 atau kurungan penjara max 6 bulan atau kedua-duanya sekali. Yang tak kalah bernilai “plus” juga adalah mengenai uang bayaran sekolah rendah di Malaysia. Tidak seperti di Indonesia yang banyak pungutan-pungutan sekolah, di Malaysia sumbangan PIBG (Persatuan Ibu Bapa dan Guru) hanya dibayar perkeluarga. Jadi kalau sebuah keluarga memiliki 1 anak atau lebih sama saja bayaran yang dikeluarkan. Selain itu pungutan lain tidak ada termasuk sumbangan untuk dana pembangunan. Sebab dana pembangunan sepenuhnya merupakan tanggungjawab pemerintah.
Selanjutnya mari kita menelaah ke jenjang perguruan tinggi. Ada beberapa perbedaan dengan di Indonesia. Jika kita melihat dari bayaran semesteran, kalau di Indonesia bayaran semester S2 dan S3 lebih mahal dari S1, sedang di Malaysia sebaliknya S1 malah lebih mahal dari S2 dan S3. Selain itu jika kuliah di universitas negeri di Malaysia, uang bayaran tiap semesternya semakin murah dengan bertambahnya semester. Misalnya pada semester 1 mahasiswa dikenakan uang semester sebesar RM 1700, sedangkan pada semester 2 sebesar RM 1400, dan seterusnya. Hal ini lagi-lagi dikarenakan pemerintahnya. Pemerintah kerajaan Malaysia memberikan subsidinya pada tiap kampus negeri disana.
Namun ada juga perbedaan yang cukup membuat Indonesia agak lebih “plus” dari malaysia. Yaitu dari segi output yang dihasilkan. Jika di Indonesia, mahasiswa lebih bebas mengikuti kegiatan ekstra dan kelompok-kelompok studi, di Malaysia mahasiswa seolah hanya difokuskan di dalam kampus saja ditambah ada peraturan yang melarang mahasiswa berkancah di perpolitikan. Sehingga bisa dibilang mahasiwa Malaysia lebih pasif. Jika ada diskusi atau seminar kurang vokal. Sedang di Indonesia tidak karena mahasiswanya sudah terbiasa vokal pada kegiatan ekstra.
Begitulah beberapa keadaan pendidikan di Malaysia atas perbandingan di Indonesia. Meskipun dalam tulisan saya ini lebih banyak menyebutkan kelebihan dari Malaysia, bukan berarti saya menjelekkan negeri saya sendiri. Masa’ sebagai anak bangsa kita malah tidak menghargai bangsanya sendiri. Yakinlah suatu saat pendidikan bangsa kita akan berubah. Oleh itu kita tetap semangat dan berjuang untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia. Sebab masa depan Indonesia ada di tangan kita! Hidup pemuda!
Referensi :
- http://f4iqun.wordpress.com/
- http://www.bawean.net/
Dari referensi yang saya dapat ternyata bahkan dari sistem pendidikan yang terbawah (SD) hingga yang perguruan tinggi (universitas), Malaysia mempunyai nilai “lebih” dari kita. Di Malaysia negara sepenuhnya mendukung pembangunan pendidikan, baik dari sistem maupun dari sarana dan prasarana.
Di malaysia, ketika sebuah keluarga memiliki seorang anak maka orang tuanya wajib mendaftarkannya di sekolah rendah (Indonesia=SD) satu tahun sebelum masa sekolah. Hal ini dimaksudkan agar adanya kepastian bahwa anaknya mengikut pendidikan wajib. Di Malaysia masa persekolahan sekolah rendah adalah 7-12 tahun. Jadi saat seorang anak sudah berumur 6 tahun, jika orang tua belum mendaftarkannya ke sekolah rendah maka akan dikenakan sanksi undang-undang. Orang tua akan dikenakan denda max RM 5000 atau kurungan penjara max 6 bulan atau kedua-duanya sekali. Yang tak kalah bernilai “plus” juga adalah mengenai uang bayaran sekolah rendah di Malaysia. Tidak seperti di Indonesia yang banyak pungutan-pungutan sekolah, di Malaysia sumbangan PIBG (Persatuan Ibu Bapa dan Guru) hanya dibayar perkeluarga. Jadi kalau sebuah keluarga memiliki 1 anak atau lebih sama saja bayaran yang dikeluarkan. Selain itu pungutan lain tidak ada termasuk sumbangan untuk dana pembangunan. Sebab dana pembangunan sepenuhnya merupakan tanggungjawab pemerintah.
Selanjutnya mari kita menelaah ke jenjang perguruan tinggi. Ada beberapa perbedaan dengan di Indonesia. Jika kita melihat dari bayaran semesteran, kalau di Indonesia bayaran semester S2 dan S3 lebih mahal dari S1, sedang di Malaysia sebaliknya S1 malah lebih mahal dari S2 dan S3. Selain itu jika kuliah di universitas negeri di Malaysia, uang bayaran tiap semesternya semakin murah dengan bertambahnya semester. Misalnya pada semester 1 mahasiswa dikenakan uang semester sebesar RM 1700, sedangkan pada semester 2 sebesar RM 1400, dan seterusnya. Hal ini lagi-lagi dikarenakan pemerintahnya. Pemerintah kerajaan Malaysia memberikan subsidinya pada tiap kampus negeri disana.
Namun ada juga perbedaan yang cukup membuat Indonesia agak lebih “plus” dari malaysia. Yaitu dari segi output yang dihasilkan. Jika di Indonesia, mahasiswa lebih bebas mengikuti kegiatan ekstra dan kelompok-kelompok studi, di Malaysia mahasiswa seolah hanya difokuskan di dalam kampus saja ditambah ada peraturan yang melarang mahasiswa berkancah di perpolitikan. Sehingga bisa dibilang mahasiwa Malaysia lebih pasif. Jika ada diskusi atau seminar kurang vokal. Sedang di Indonesia tidak karena mahasiswanya sudah terbiasa vokal pada kegiatan ekstra.
Begitulah beberapa keadaan pendidikan di Malaysia atas perbandingan di Indonesia. Meskipun dalam tulisan saya ini lebih banyak menyebutkan kelebihan dari Malaysia, bukan berarti saya menjelekkan negeri saya sendiri. Masa’ sebagai anak bangsa kita malah tidak menghargai bangsanya sendiri. Yakinlah suatu saat pendidikan bangsa kita akan berubah. Oleh itu kita tetap semangat dan berjuang untuk meningkatkan pendidikan di Indonesia. Sebab masa depan Indonesia ada di tangan kita! Hidup pemuda!
Referensi :
- http://f4iqun.wordpress.com/
- http://www.bawean.net/
Friday, March 27, 2009
Situasi di Pangkalan Bun Saat Kerusuhan Etnis Dayak-Madura 2001 silam
Wah wah wah, aku nemuin artikel dari kompas mengenai berita saat kerusuhan dulu. Bagi kamu yang penasaran atau mungkin dah agak lupa malah nih aku muat baca ajah.
KORAN » Kompas
Kamis, 5 April 2001
Pangkalan Bun Lumpuh Total
Palangkaraya, Kompas
Situasi keamanan di Pangkalan Bun, ibu kota Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, makin memburuk. Aksi penyerangan terhadap etnis Madura disertai perusakan dan pembakaran rumah terus berlangsung. Insiden yang terjadi Selasa (3/4) malam menyebabkan 17 orang tewas dan tujuh rumah hangus dibakar. Aktivitas warga masyarakat lumpuh total.
Bupati Kotawaringin Barat Abdul Razak, Rabu kemarin di Pangkalan Bun mengatakan, kondisi itu membuat pihaknya harus bekerja keras melakukan evakuasi terhadap warga Madura yang kini masih bertahan di permukiman mereka. Artinya, besar atau kecil korban jiwa tergantung kecepatan dalam penanganan evakuasi. Hanya saja, pemerintah setempat masih kesulitan pendanaan.
Menurut Bupati, semua warga yang dievakuasi secepatnya dikirim ke Surabaya melalui Pelabuhan Laut Kumai, 15 km timur laut Pangkalan Bun. Warga Madura yang dievakuasi sekarang ini masih diamankan di transito di Pangkalan Bun. Mereka umumnya menunggu kapal penumpang jalur Kumai-Surabaya.
"Kami berharap kerusuhan ini cepat berakhir, untuk itu semua pihak harus mendukung upaya menghentikan pertikaian tersebut," ujarnya.
Menjawab Kompas tentang ancaman yang dikeluarkan Ketua Presidium Lembaga Musyawarah Masyarakat Dayak dan Daerah Kalteng (LMMDD-KT) Prof KMA Usop MA bahwa etnis Madura harus seluruhnya keluar dari Pangkalan Bun dan sekitarnya paling lambat 10
April mendatang, Bupati menegaskan, "Ini menyangkut manusia. Artinya, kami bertindak harus memperhatikan sisi kemanusiaan. Untuk evakuasi itu saja membutuhkan dan biaya besar. Saya sendiri sudah membicarakan kepada Pak Usop, dan akhirnya dapat mengerti kondisi yang dihadapi Pemda Kotawaringin Barat."
Tak ada korban
Sementara itu, Kepala Polres Kotawaringin Barat Ajun Komisaris Besar Jusman Aer membantah ada korban jiwa dalam bentrok yang terjadi pada Selasa (3/4) malam pukul 22.00 antar-etnis Madura-Dayak di Pangkalan Lima, 12 kilometer timur Pangkalan Bun.
"Tidak ada korban jiwa, hanya satu rumah dibakar. Silakan cek ke rumah sakit, dan saya tidak ada kepentingan untuk menutup-nutupi jumlah mayat. Masalahnya, semua mayat harus divisum di rumah sakit. Hati-hati lho, sekarang ini banyak provokator," ujarnya.
Disisi lain, Kepala Polres menjelaskan, dari 83 warga yang ditahan di Pangkalan Bun, kemarin siang sudah dibebaskan sebanyak 72 orang. Sedangkan yang sisanya masih ditahan dan tetap berstatus tersangka, karena mereka terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan dan membakar kendaraan bermotor.
"Sebanyak 72 orang kita lepas dan dikembalikan ke daerah asalnya di Palangkaraya dan Sampit," ungkapnya.
Lumpuh total
Kompas yang memantau di Pangkalan Bun kemarin, menyaksikan pasar, pertokoan, perkantoran, sekolah, dan tempat umum yang biasanya dipadati warga, tampak lengang. Kegiatan masyarakat Pangkalan Bun lumpuh total. Beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mengalami kekosongan stok bahan bakar bensin, otomatis membuat warga makin panik.
"Kelangkaan bensin akan segera kami atasi. Jika perlu setiap sopir yang mengangkut bahan bakar itu dikawal aparat keamanan. Saya akan mendesak Pertamina untuk segera mengendalikan distribusi bahan bakar di Pangkalan Bun," kata Bupati.
Akibat makin memanasnya situasi keamanan di kota yang berpenduduk 192.000 jiwa tersebut, arus penerbangan di Bandar Udara Iskandar mulai terganggu. Sebelum pesawat terbang ke Pangkalan Bun, umumnya operator pesawat mengkonfirmasikan keamanan di sana.
"Jadwal penerbangan pesawat hari ini rusak akibat kondisi tidak menguntungkan. Banyak penerbangan yang terpaksa mengalihkan penerbangan dari Pangkalan Bun," ujar salah satu petugas di Bandara Iskandar.
Sementara itu, tokoh Dayak Sabran Achmad (64) menyatakan, sekarang pemerintah, tokoh masyarakat, dan masyarakat Kalteng siap menggelar kongres rakyat untuk menyelesaikan konflik antar-etnis di Kalteng tersebut. Disepakati, kongres dilakukan bertahap mulai tingkat kabupaten/kota. Setelah ke enam daerah sudah menyelenggarakan, baru diadakan kongres rakyat di tingkat provinsi yang diselenggarakan di Palangkaraya.
Sementara itu, anggota Komisi II DPR A Teras Narang menyarankan agar pelaksanaan kongres tidak hanya melibatkan satu kelompok atau golongan, melainkan melibatkan semua komponen masyarakat Kalteng. (aji)
sumber : http://www.pu.go.id/humas/media%20massa/april/kp0504012.htm
KORAN » Kompas
Kamis, 5 April 2001
Pangkalan Bun Lumpuh Total
Palangkaraya, Kompas
Situasi keamanan di Pangkalan Bun, ibu kota Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, makin memburuk. Aksi penyerangan terhadap etnis Madura disertai perusakan dan pembakaran rumah terus berlangsung. Insiden yang terjadi Selasa (3/4) malam menyebabkan 17 orang tewas dan tujuh rumah hangus dibakar. Aktivitas warga masyarakat lumpuh total.
Bupati Kotawaringin Barat Abdul Razak, Rabu kemarin di Pangkalan Bun mengatakan, kondisi itu membuat pihaknya harus bekerja keras melakukan evakuasi terhadap warga Madura yang kini masih bertahan di permukiman mereka. Artinya, besar atau kecil korban jiwa tergantung kecepatan dalam penanganan evakuasi. Hanya saja, pemerintah setempat masih kesulitan pendanaan.
Menurut Bupati, semua warga yang dievakuasi secepatnya dikirim ke Surabaya melalui Pelabuhan Laut Kumai, 15 km timur laut Pangkalan Bun. Warga Madura yang dievakuasi sekarang ini masih diamankan di transito di Pangkalan Bun. Mereka umumnya menunggu kapal penumpang jalur Kumai-Surabaya.
"Kami berharap kerusuhan ini cepat berakhir, untuk itu semua pihak harus mendukung upaya menghentikan pertikaian tersebut," ujarnya.
Menjawab Kompas tentang ancaman yang dikeluarkan Ketua Presidium Lembaga Musyawarah Masyarakat Dayak dan Daerah Kalteng (LMMDD-KT) Prof KMA Usop MA bahwa etnis Madura harus seluruhnya keluar dari Pangkalan Bun dan sekitarnya paling lambat 10
April mendatang, Bupati menegaskan, "Ini menyangkut manusia. Artinya, kami bertindak harus memperhatikan sisi kemanusiaan. Untuk evakuasi itu saja membutuhkan dan biaya besar. Saya sendiri sudah membicarakan kepada Pak Usop, dan akhirnya dapat mengerti kondisi yang dihadapi Pemda Kotawaringin Barat."
Tak ada korban
Sementara itu, Kepala Polres Kotawaringin Barat Ajun Komisaris Besar Jusman Aer membantah ada korban jiwa dalam bentrok yang terjadi pada Selasa (3/4) malam pukul 22.00 antar-etnis Madura-Dayak di Pangkalan Lima, 12 kilometer timur Pangkalan Bun.
"Tidak ada korban jiwa, hanya satu rumah dibakar. Silakan cek ke rumah sakit, dan saya tidak ada kepentingan untuk menutup-nutupi jumlah mayat. Masalahnya, semua mayat harus divisum di rumah sakit. Hati-hati lho, sekarang ini banyak provokator," ujarnya.
Disisi lain, Kepala Polres menjelaskan, dari 83 warga yang ditahan di Pangkalan Bun, kemarin siang sudah dibebaskan sebanyak 72 orang. Sedangkan yang sisanya masih ditahan dan tetap berstatus tersangka, karena mereka terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan dan membakar kendaraan bermotor.
"Sebanyak 72 orang kita lepas dan dikembalikan ke daerah asalnya di Palangkaraya dan Sampit," ungkapnya.
Lumpuh total
Kompas yang memantau di Pangkalan Bun kemarin, menyaksikan pasar, pertokoan, perkantoran, sekolah, dan tempat umum yang biasanya dipadati warga, tampak lengang. Kegiatan masyarakat Pangkalan Bun lumpuh total. Beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mengalami kekosongan stok bahan bakar bensin, otomatis membuat warga makin panik.
"Kelangkaan bensin akan segera kami atasi. Jika perlu setiap sopir yang mengangkut bahan bakar itu dikawal aparat keamanan. Saya akan mendesak Pertamina untuk segera mengendalikan distribusi bahan bakar di Pangkalan Bun," kata Bupati.
Akibat makin memanasnya situasi keamanan di kota yang berpenduduk 192.000 jiwa tersebut, arus penerbangan di Bandar Udara Iskandar mulai terganggu. Sebelum pesawat terbang ke Pangkalan Bun, umumnya operator pesawat mengkonfirmasikan keamanan di sana.
"Jadwal penerbangan pesawat hari ini rusak akibat kondisi tidak menguntungkan. Banyak penerbangan yang terpaksa mengalihkan penerbangan dari Pangkalan Bun," ujar salah satu petugas di Bandara Iskandar.
Sementara itu, tokoh Dayak Sabran Achmad (64) menyatakan, sekarang pemerintah, tokoh masyarakat, dan masyarakat Kalteng siap menggelar kongres rakyat untuk menyelesaikan konflik antar-etnis di Kalteng tersebut. Disepakati, kongres dilakukan bertahap mulai tingkat kabupaten/kota. Setelah ke enam daerah sudah menyelenggarakan, baru diadakan kongres rakyat di tingkat provinsi yang diselenggarakan di Palangkaraya.
Sementara itu, anggota Komisi II DPR A Teras Narang menyarankan agar pelaksanaan kongres tidak hanya melibatkan satu kelompok atau golongan, melainkan melibatkan semua komponen masyarakat Kalteng. (aji)
sumber : http://www.pu.go.id/humas/media%20massa/april/kp0504012.htm
Subscribe to:
Posts (Atom)
