Sunday, July 26, 2009

Dari Semarang Ke Pangkalan Bun Naik Kapal

Kulihat jadwal kapal PELNI dari situs resminya yang ke Pangkalan Bun hari ini (22/07/09) adalah kapal KM Binaiya pada pukul 12.00 dan sampai di Pelabuhan Kumai besoknya pukul 09.00. Mudah-mudahan aja jadwal ini benar alias memang benar-benar ada kapal yang ke Kumai hari ini. Sehinga pada pagi aku menecek langung di kantor PELNI sekaligus membeli tiket.

Di Semarang, kantor PT PELNI terletak di dekat stasiun Tawang. Sayangnya sampai disana aku langsung dicegat beberpa orang laki-laki di depan pintu masuk kantor PELNI tersebut. Awalnya mereka memberitahukan mengenai jadwal kapal hari ini. Dan memang hari ini ada kapal ke Pelabuhan Kumai, bahkan ada dua kapal yang ke sana yaitu kapal Binaiya dan kapal Dharma.

Tak kusangka ternyata mereka semua merupakan calo. Lumayan memaksa cara yang mereka lakukan sehingga terpaksa aku membeli tiket kapal ke mereka. Harga normalnya adalah Rp155.000, tetapi bapak itu juga meminta uang rokok sebesar 5ribu. Mending, awalnya malah ada salah satu dari mereka yang minta harganya sebesar 180ribu, alasannya “untuk uang jasa”. Wah pemerasan nih, dalam hatiku. Tetapi aku menolak dan mengancam tidak mau membelinya dan akhirnya sesuai harga normal + uang rokok 5ribu.

Di tiket tersebut ternyata tertulis kapal berangkat pukul 13.00. Dari pengalamanku sering sekali kapal berangkat tidak sesuai dengan jadwal di tiket bahkan beberapa jam. Jadi aku tiba di pelabuhan siang harinya tepat sekitar jam 1 siang pula. Sesampai disana aku tanya petugas dan ternyata kapal berangkat pukul 15.00. Selesai aku sholat dhuhur jama ashar rupanya para penumpah sudah pada naik.

Wah ternyata hari ini penumpangnya banyak sekali. Sehingga karena aku agak telat naik, kabin-kabin telah penuh ditempati. Sehingga akhirnya aku terpaksa ke dek paling bawah yaitu dek 2. Yah masih mending daripada tidur di lantai seperti kebanyakan penumpang yang tidak mendapat tempat. Tetapi alhamdulillah saat melihat ke atas yaitu di dek 4 aku ketemu dengan anak-anak Pangkalan Bun, juga alumni SMA N 1 Pangakaln Bun. Karena disitu masih ada satu tempat kosong akupun diajak gabung.

Bersamaan dengan kapal mulai berangkat aku malah terlelap tidur. Dan gak terasa malam sudah tiba. Di kapal sholat dilakukan dengan di jama’ sehingga sholat magrib di jama’ dengan isya. Alhamdulillah kali ini aku tidaklah mabuk (minum antimo gitu). Meskipun begitu kebanykan aku juga tetap tidur-tiduran. Bahkan setelah bangun tidur lalu sholat subuh tidur lagi.

Kata orang hal yang paling malas dilakukan saat di atas kapal adalah mandi. Terang saja, WC nya saja masyaallah baunya. Belum lagi kondisi bilik wc/mandi yang kurang bener kunci pintunya. Wah males banget, kencing aja pikir-pikir apalagi mandi. Tetapi pagi itu diriku mandi loh. Eiittss tetapi bukan mandi di WC – WC bau itu. Aku mandi di kamar mandi di area ABK di dek 2. Yah menyelinap gitu deh. Hoho.

Perjalanan pagi tidak terasa karena pukul 10.00 pulau Kalimantan sudah terlihat di depan. Alhamdulillah dah mau sampai nih. Dan pada pukul 12.00 kapal sudah bersandar di dermaga pelabuhan Kumai.

Jarak Kumai dan Pangkalan bun adalah kurang dari setengah jam perjalanan. Pukul 13.30 aku baru dijemput dan langsung menuju rumah di Pangkalan Bun. Pangkalan Bun, I am come back. How are u today?


No comments:

Post a Comment

Post a Comment