Friday, August 21, 2009

Resep Masakan Sederhana Menggunakan Bihun Ala Anak Kos Buat Sahur

Wah gak terasa sudah bulan puasa lagi. Dan puasa bulan ini bersama keluarga alias di rumah lagi. Tahun kemarin waktu puasa bareng teman2 kos. Tapi sedikit kangen juga sih sahur n buka bareng2 temen kos.

Meskipun kali ini puasa di rumah tetapi Ibuku lagi gak ada. Beliau ke Jawa, ke desa mbahku. Jadinya gak ada yg masakin buat sahur.

Oleh itu timbullah inisiatifku untuk masak sendiri (ceile..!). Sebagai anak yang paling suka mengkritisi masakan ibuku, kali ini aku mau coba masak sendiri. Wakakaka. Barang masakan sederhana gpp lah. Namanya juga anak laki2, suka malas lagi, bisa apa sih.

Bersama adikku yg masih kelas 5 SD, kucoba sebuah masakan, "BIHUN GORENG SEDERHANA". Semangat! Kamu pasti bisa masak enak syil!

Berawal dari tak sengaja melihat satu bungkus besar bihun. Lalu kuberinisiatif untuk menyulapnya menjadi makanan yang enak. Kemudian kucari di internet masakan sederhana apa yang menggunakan bihun. Ternyata pada tertulis bahan2 yang sekarang gak ada, semisal udang, ayam, sosis, wortel sawi, dll. Jangankan bahan2 tsb, bawang merah aja gak ada nih. Yang ada sih kayak garam, msg, kecap. Tapi di tangan Arsyil insyaallah makanannya masih berbentuk makanan kok. ^^ Sepulang terawih langsung kulaksanakan.

Sebelumnya tadi bihun kemasan 190gr telah kurendam dalam air dan sudah kutiriskan. Adikku membantu mengiriskan bawang putih dan bawang bombai. Sambil mengecek bahan2 yang ada, wajan beserta sedikit minyak goreng telah kupanaskan.

Sebelumnya aku membuat telur orak-arik dahulu. Yaitu sebanyak 2 telur kugoreng lalu kuorak-arik di atas wajan.

Setelah telur orak-arik selesai, kupanaskan lagi wajan dengan menambahkan lagi sedikit minyak goreng. Setelah dah panas kutumis dulu bawang yang tadi sudah diiris2. Diikuti dengan bahan2 lainnya, telur orak-arik dan bihun. Tak lupa bumbu2nya: garam, msg, lada (merica bubuk), ditaburinya jangan kesedikitan nanti gak ada rasa lo. Kemudian diberi kecap. Lalu diaduk2 semuanya sampai merata.

Wah payah, diriku ngasih kecap kebanyakan! Sempat aku meragukan banget kalo masakan yg lagi kubuat ini enak. Bikin banyak lagi, siapa yang makan nih.

Oke langkah nyaris terakhir adalah mencicipi! Kusuruh "korban pertama" yaitu adikku untuk mencicipinya. Dia diam mungkin berarti "tidak 'tidak enak'". Dengan penasaran kucicipi sendiri aja. Asoy, enak cuy! Sumpe, lumayan kok.

Hore..,! Eksperimenku berhasil. MAUU,,..!??
^^

=aRSYIL=

No comments:

Post a Comment